Details Foto


Rutan Pekalongan Hadirkan Pembelajaran Interaktif melalui Permainan Ular Tangga Edukatif

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-01-22 ]

Rutan Pekalongan Hadirkan Pembelajaran Interaktif melalui Permainan Ular Tangga Edukatif


Kota Pekalongan — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan terus berinovasi dalam menghadirkan program pembinaan yang edukatif dan humanis bagi warga binaan. Melalui Sub Seksi Pelayanan Tahanan (Peltah), Rutan Pekalongan bekerja sama dengan peserta Program Magang Nasional rumpun Pembina Kepribadian menyelenggarakan kegiatan pembelajaran interaktif dengan metode permainan Ular Tangga Edukatif, Selasa (20/1/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Sub Seksi Pelayanan Tahanan (Peltah) tersebut diikuti oleh sejumlah warga binaan dengan penuh antusias. Permainan ular tangga yang digunakan telah dimodifikasi secara khusus sebagai media pembelajaran, sehingga tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga sarat dengan muatan edukasi yang relevan dengan kehidupan di dalam rutan.

Dalam setiap langkah permainan, warga binaan dihadapkan pada berbagai pertanyaan dan tantangan yang harus dijawab secara langsung. Pertanyaan-pertanyaan tersebut berkaitan dengan Program Pembinaan, hak dan kewajiban warga binaan, serta pemahaman terhadap tata tertib yang berlaku di Rutan Kelas IIA Pekalongan. Dengan konsep ini, proses belajar berlangsung secara aktif, komunikatif, dan partisipatif.

Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Pekalongan, M. Anang Saefulloh, menjelaskan bahwa, metode pembelajaran melalui permainan dipilih untuk menciptakan suasana belajar yang lebih santai dan menyenangkan tanpa mengurangi esensi edukasi.

“Kami ingin warga binaan dapat belajar dalam suasana yang santai dan menyenangkan, namun tetap edukatif. Melalui permainan ini, materi pembinaan dan tata tertib dapat lebih mudah dipahami dan diingat. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi positif antara petugas Rutan dan peserta Program Magang Nasional,” ujar Anang.

Ia menambahkan bahwa, pendekatan pembelajaran interaktif semacam ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman warga binaan terhadap aturan yang berlaku, sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk berperilaku disiplin selama menjalani masa pembinaan.

"Selain sebagai sarana rekreasi dan pembelajaran, kegiatan ular tangga edukatif ini juga dimanfaatkan oleh petugas sebagai alat evaluasi untuk mengukur sejauh mana tingkat pengetahuan dan pemahaman warga binaan terhadap program pembinaan yang telah diberikan sebelumnya,"bebernya.

Dari hasil interaksi dan jawaban yang disampaikan, petugas dapat melakukan pemetaan materi mana yang sudah dipahami dengan baik dan mana yang masih perlu penguatan.

"Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Rutan Kelas IIA Pekalongan dalam mewujudkan pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku positif, peningkatan pengetahuan, serta kesiapan warga binaan untuk kembali dan berperan aktif di tengah masyarakat setelah masa pidana berakhir,"terangnya.

Ke depan, ia berencana untuk terus mengembangkan metode pembelajaran kreatif dan inovatif lainnya.

"Sehingga, dengan melibatkan berbagai pihak, kami  menciptakan iklim pembinaan yang kondusif, inklusif, dan berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan,"tukasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)