[ 2026-01-22 ]
Sebagian Besar Pemukiman Terendam Banjir, SDN Tirto 03 Tampung Pengungsi
Kota Pekalongan — Banjir yang melanda wilayah Kelurahan Tirto sejak 17 Januari 2026 akibat intensitas hujan yang tinggi dan jebolnya tanggul Sungai Bremi menyebabkan ratusan warga terpaksa mengungsi. Hingga Senin (19/1), tercatat sebanyak 360 jiwa mengungsi di SDN Tirto 03, yang difungsikan sebagai lokasi pengungsian tambahan akibat keterbatasan daya tampung di titik sebelumnya.
Lurah Tirto, Erwinda Agustina menjelaskan bahwa mayoritas pengungsi yang berada di SDN Tirto 03 berasal dari wilayah Meduri. Pengungsian mulai dipadati warga sejak air banjir mulai menggenangi rumah-rumah penduduk. Puncak arus pengungsian terjadi pada (17/1), ketika ketinggian air meningkat dan mengganggu aktivitas warga.
“Awalnya warga mengungsi ke Aula Kecamatan Barat, namun karena sudah overload, kami membuka titik pengungsian baru di SDN Tirto 03 untuk menampung warga terdampak,” jelas Erwinda saat ditemui di SDN Tirto 03, Senin (19/1/2026).
Menurutnya, seluruh RT dan RW di Kelurahan Tirto terdampak banjir dengan tingkat kedalaman yang bervariasi. Beberapa wilayah yang mengalami kondisi paling parah berada di RW 1, RW 8, RW 5, RW 3, dan RW 4. Dengan kondisi tersebut, ia memprediksi bahwa hampir seluruh warga kelurahan terdampak langsung oleh bencana banjir ini.
“Kedalamannya memang berbeda-beda, tetapi secara keseluruhan semua wilayah Tirto tergenang. Hampir semua warga terdampak,” ujarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Dinsos-P2KB menjadi penopang utama dalam penyediaan logistik, yang juga didukung oleh sejumlah donatur. Sementara itu, kebutuhan sanitasi dan layanan dasar lainnya masih terus diupayakan.
“Kami meminta bantuan DPUPR untuk kebutuhan MCK, PDAM untuk suplai air bersih, serta layanan kesehatan dari Puskesmas,” tandasnya.
Lebih lanjut, pihaknya bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi pengungsian, sekaligus mengantisipasi kemungkinan bertambahnya jumlah pengungsi apabila kondisi banjir belum surut.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)