[ 2026-01-22 ]
Pelayanan Pengungsi Terpenuhi, Banjir Sejumlah Wilayah Belum Sepenuhnya Surut
Kota Pekalongan – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Pekalongan sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari menyebabkan banjir merendam sejumlah permukiman warga, khususnya di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat dan Kelurahan Tirto. Ketinggian air yang terus meningkat memaksa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Musiam (46), warga Pasir Sari RT 04/RW 01, Kecamatan Pekalongan Barat, mengungkapkan bahwa dirinya mulai mengungsi sejak Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, air sudah masuk ke dalam rumah dengan ketinggian mencapai pusar orang dewasa, sementara genangan di jalan bahkan lebih tinggi.
“Air masuk cepat, di dalam rumah setinggi pusar, di jalan lebih tinggi lagi. Saya dievakuasi pakai perahu karet,” ungkapnya saat ditemui di posko pengungsian aula Kecamatan Pekalongan Barat, Senin (19/1/2026).
Ia mengatakan, hujan deras telah turun sejak Jumat malam dengan intensitas tinggi. Seiring naiknya air, aliran listrik di wilayah tersebut dipadamkan oleh PLN sejak dini hari karena air sudah mencapai ketinggian lonceng meteran listrik. Hingga saat ini, listrik di wilayah tersebut belum kembali menyala.
Menurut Musiam, seluruh warga di RW 01 terpaksa mengungsi karena kondisi banjir yang semakin parah. Ia bersama warga lainnya kini mengungsi di Aula Kecamatan Pekalongan Barat. Meski berada di pengungsian, ia mengaku bersyukur karena pelayanan yang diterima cukup baik.
“Alhamdulillah di pengungsian dapat makan tiga kali sehari, air bersih juga ada dan cukup,” tuturnya.
Namun demikian, hingga (19/1) banjir di wilayah tempat tinggalnya belum sepenuhnya surut. Ketinggian air di dalam rumah masih mencapai sekitar satu meter, meski sudah mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Hampir seluruh barang di dalam rumah tidak dapat diselamatkan.
“Kasur dan barang elektronik semuanya terendam. Baru kali ini saya mengungsi, belum pernah banjir setinggi ini,” katanya.
Musiam berharap ke depan banjir dapat ditangani dengan lebih baik agar kejadian serupa tidak kembali terulang. “Harapannya tidak terjadi banjir lagi dan ke depan banjir bisa tertangani,” tambahnya.
Sementara itu, kondisi serupa juga dialami warga Kelurahan Tirto. Nur Komariyah (37), warga Tirto, menyampaikan bahwa banjir di wilayahnya telah menggenangi rumah sejak Sabtu. Ketinggian air di dalam rumah mencapai paha orang dewasa, sementara genangan di jalan bahkan mencapai leher orang dewasa.
Ia bersama keluarga mulai mengungsi sejak Minggu dan kini menempati lokasi pengungsian di SDN Tirto 03. Nur Komariyah mengaku kebutuhan dasar di pengungsian terpenuhi dengan baik.
“Alhamdulillah, makan tercukupi, kamar mandi bersih, dan air bersih juga terpenuhi,” terangnya saat ditemui di posko pengungsian SDN Tirto 03, Senin (19/1/2026).
Pemerintah Kota Pekalongan bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan, penanganan darurat, serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi, sembari menunggu air surut sepenuhnya dan situasi kembali kondusif.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)