[ 2026-01-22 ]
2.327 Warga Mengungsi, Kecamatan Pekalongan Barat Optimalkan Layanan Pengungsian
Kota Pekalongan – Pemerintah Kecamatan Pekalongan Barat terus berupaya maksimal dalam penanganan dampak banjir yang masih melanda wilayahnya. Hal ini disampaikan Camat Pekalongan Barat, Muchamad Natsir saat ditemui di posko pengungsian aula setempat. Hingga Senin (19/1/2026), kondisi genangan air di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat belum menunjukkan penurunan yang signifikan.
Ia menyebutkan bahwa jumlah warga terdampak banjir di wilayahnya masih cukup tinggi. Total pengungsi saat ini mencapai 2.327 jiwa, dengan 453 jiwa mengungsi di Aula Kecamatan Pekalongan Barat.
“Untuk kondisi hari Senin ini memang belum ada penurunan genangan air yang signifikan. Hingga saat ini, posko pengungsian masih dibuka dan belum ada pengungsi yang kembali ke rumah,” ujarnya.
Meski demikian, Natsir memastikan kondisi kesehatan para pengungsi secara umum terpantau baik. Bersama tim kesehatan terus melakukan pemantauan dan penanganan bagi pengungsi yang membutuhkan layanan medis.
“Alhamdulillah, sampai saat ini kondisi para pengungsi sehat. Untuk pengungsi yang sakit sudah kami tindak lanjuti. Kemarin ada satu bayi usia 40 hari yang kami ungsikan ke tempat yang lebih layak, yaitu di puskesmas rawat inap, dan untuk kasus sakit lainnya langsung kami rujuk ke rumah sakit,” jelasnya.
Selain itu, layanan kesehatan rutin disediakan setiap hari di lokasi pengungsian. Pihaknya berupaya memenuhi berbagai kebutuhan dasar pengungsi, meskipun diakui masih terdapat keterbatasan.
“Setiap hari kami menyediakan layanan kesehatan dan berbagai bentuk akomodasi lainnya. Dengan segala keterbatasan yang ada, kami tetap berupaya memenuhi kebutuhan para pengungsi,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengucapkan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat yang telah menunjukkan empati dan kepedulian terhadap para korban banjir.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah menaruh empati dan memberikan donasi berupa barang untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi serta sarana dan prasarana pendukung lainnya,” tandasnya.
Terkait ketersediaan air bersih, ia memastikan hingga saat ini kondisi masih aman dan terkendali. Selain difasilitasi oleh Kecamatan Pekalongan Barat melalui layanan air PDAM, juga disiapkan satu unit kran umum sebagai dukungan tambahan.
“Untuk air bersih, alhamdulillah selain dari PDAM kami juga menyiapkan satu unit kran umum sebagai support tambahan. Sampai saat ini belum ada keluhan yang berarti dari para pengungsi,” lanjutnya.
Dalam kesempurnaan tersebut, ia berpesan kepada seluruh pengungsi agar tetap bersabar dan menjaga kebersamaan selama berada di tempat pengungsian.
“Ini adalah musibah yang harus kita hadapi dengan kesabaran dan ketabahan. Karena di pengungsian kita berbaur satu sama lain, maka diperlukan sikap saling toleran, saling memahami, dan saling menjaga,” tutupnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)