[ 2026-01-22 ]
Ning Nawal Apresiasi Sinergi Trauma Healing Anak Terdampak Banjir
Kota Pekalongan – Istri Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua TP PKK setempat, Ning Nawal Taj Yasin, memberikan apresiasi atas kolaborasi PKK Kota Pekalongan, Pokja Bunda PAUD Kota Pekalongan, dan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) dalam melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak terdampak banjir di sejumlah lokasi pengungsian.
Saat mendampingi tinjauan Wagub Taj Yasin Maimoen, di aula Kecamatan Pekalongan Barat, Senin (19/1/2026) Ning Nawal menilai sinergi lintas organisasi tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata dalam membantu pemulihan psikologis anak-anak sekaligus memastikan kebutuhan dasar para pengungsi dapat terpenuhi dengan baik.
“Saya mengapresiasi PKK Kota Pekalongan yang bekerja sama dengan Pokja Bunda PAUD dan IGTKI dalam kegiatan trauma healing ini. Di sini kita memastikan logistik tercukupi dan melakukan koordinasi di beberapa titik agar bantuan benar-benar bisa mencukupi untuk semuanya,” ujar Ning Nawal saat meninjau kegiatan trauma healing.
Selain memberikan apresiasi, Ning Nawal mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang masih didominasi hujan dengan intensitas cukup tinggi. Ia meminta warga untuk tidak memaksakan bertahan di rumah apabila kondisi sudah tidak aman.
"Kita masih berada dalam kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang tinggi. Jika air sudah mulai masuk ke rumah, masyarakat sebaiknya segera berkumpul di tempat pengungsian. Bersabar, dan setelah kondisi surut, warga dapat kembali ke rumah masing-masing,” pesannya.
Sementara itu, perwakilan Humas Pokja Bunda PAUD Kota Pekalongan sekaligus tim trauma healing dari IGTKI, Arif Sulistiono, menyampaikan bahwa kegiatan trauma healing merupakan program rutin IGTKI yang dilaksanakan setiap kali terjadi bencana.
“Kegiatan trauma healing ini merupakan agenda rutin IGTKI. Tahun ini kami bekerja sama dengan Pokja Bunda PAUD Kota Pekalongan dan terjun langsung ke beberapa lokasi bencana. Fokus kami adalah anak-anak di wilayah terdampak banjir, baik yang berada di lingkungan terdampak maupun di lokasi pengungsian,” terangnya.
Saat ini, kegiatan trauma healing difokuskan di Kecamatan Pekalongan Barat, yang menjadi wilayah dengan jumlah korban banjir terbanyak. Anak-anak di pengungsian diajak mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan menyenangkan, seperti permainan, mendongeng, dan aktivitas interaktif lainnya untuk mengurangi rasa takut serta trauma.
Selain pendampingan psikologis, ia menuturkan bahwa tim trauma healing juga menyalurkan bantuan berupa bingkisan untuk anak-anak. Bantuan tersebut berasal dari donasi anggota IGTKI serta lembaga pendidikan PAUD se-Kota Pekalongan.
“Kami juga menyalurkan nasi bungkus dan snack untuk anak-anak di pengungsian. Ini adalah bentuk kepedulian dari anggota IGTKI dan lembaga PAUD agar anak-anak tetap merasa diperhatikan dan mendapatkan semangat,” tuturnya.
Ke depan, ia menambahkan IGTKI bersama Pokja Bunda PAUD Kota Pekalongan akan melanjutkan kegiatan serupa ke lokasi pengungsian lain yang masih membutuhkan pendampingan. Mereka juga membuka ruang kolaborasi bagi berbagai pihak yang ingin turut membantu.
"Kami berharap banjir segera surut, kondisi kembali pulih, dan anak-anak tidak mengalami trauma berkepanjangan. Kami juga siap mengakomodir siapa saja yang ingin bergabung dan menyalurkan bantuan agar tepat sasaran,” tukasnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)