[ 2026-01-22 ]
Banjir Genangi Wilayah Pekalongan Timur, Kecamatan Siagakan Dapur Umum dan Pengungsian
Kota Pekalongan – Sejumlah wilayah di Kecamatan Pekalongan Timur terdampak genangan air akibat hujan deras yang terjadi sejak Jumat hingga Sabtu dini hari. Berdasarkan data kecamatan, genangan terjadi di tujuh kelurahan dengan tingkat ketinggian bervariasi.
Camat Pekalongan Timur, Darminto saat dikonfirmasi melalui telepon, Sabtu (17/1/2016) sore mengatakan bahwa genangan air hingga Sabtu sore di wilayah tersebut mencapai panjang 30 hingga 50 meter, terutama di Jalan Truntum, sehingga aktivitas warga terganggu dan kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
“Selain Klego, genangan cukup tinggi juga terjadi di Kelurahan Gamer, tepatnya di Jalan Pangeran Antasari sekitar SMP Negeri 17 dengan ketinggian air sekitar 30 sampai 40 sentimeter,” ujarnya.
Genangan juga tercatat di Kelurahan Setono pada jalan utama dengan ketinggian sekitar 20–30 sentimeter. Di Kelurahan Poncol, wilayah Asparagus menjadi titik terparah dengan genangan kurang lebih 30 sentimeter. Sementara itu, Kelurahan Kauman terdampak di Jalan Surabaya dan Kelurahan Patiunus dengan ketinggian air sekitar 10 sentimeter.
Untuk percepatan penanganan, seluruh pompa air telah dioperasikan, khususnya di wilayah Seruni dan Jlamprang. Namun, pompa di Jlamprang belum bekerja optimal karena keterbatasan daya hisap. Pihaknya telah mengajukan penambahan pompa guna meningkatkan efektivitas penanganan banjir.
“Pompa di Seruni daya hisapnya cukup kuat, tetapi sebagian besar menarik air dari wilayah Poncol dan sebagian kecil dari Klego,” jelasnya.
Sementara itu, pengungsian sementara dibuka di beberapa titik. Di Panti Asuhan Arobitoh, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 60 jiwa dan meningkat menjadi 81 jiwa pada sore hari. Selain itu, terdapat lima warga yang mengungsi di SD Negeri Klego 01. Ia menyebutkan jumlah pengungsi fluktuatif mengikuti ketinggian air di wilayah masing-masing.
Beberapa mushola dimanfaatkan sebagai tempat transit dan istirahat sementara, seperti Mushola di Gang Anggrek serta Mushola Al Umar di kawasan Kali Baros RT 1 dan 2 RW 1. Lokasi-lokasi tersebut hanya digunakan untuk tidur dan tidak bersifat pengungsian penuh.
Saat ini, kondisi genangan air dilaporkan mulai berangsur surut. Petugas disiagakan di masing-masing kelurahan untuk melakukan pemantauan dan membantu warga terdampak.
Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Kelurahan Klego akan membuka dapur umum dengan target sekitar 500 bungkus makanan bagi warga yang terdampak namun tidak mengungsi. Dapur umum juga telah disiapkan di Kelurahan Gamer dan wilayah Kali Baros.
“Kami berharap kondisi segera normal sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas. Pemerintah kecamatan berupaya semaksimal mungkin melayani warga, termasuk berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Sosial, CSR, dan pihak terkait lainnya,” tutupnya
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)