[ 2026-01-22 ]
Dinsos P2KB Catat 2.450 Pengungsi Banjir di Kota Pekalongan, Bantuan Konsumsi dan Logistik Terus Disalurkan
Kota Pekalongan – Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P2KB) Kota Pekalongan mencatat hingga Selasa siang (20/1/2026), jumlah pengungsi terdampak banjir yang membutuhkan bantuan konsumsi mencapai sekitar 2.450 orang. Data tersebut dihimpun dari laporan pengungsian yang masuk ke Dapur Umum Dinsos P2KB Kota Pekalongan.
Kepala Dinsos P2KB Kota Pekalongan, Yos Rosyidi, mengatakan ribuan pengungsi tersebut tersebar di sejumlah titik pengungsian, dengan konsentrasi terbanyak berada di Kecamatan Pekalongan Barat. Selain itu, pengungsian juga terdapat di SD Negeri 3 Tirto, Masjid Al-Karomah, masjid-masjid kecil di wilayah Tirto, serta Ar-Rabithah.
“Yang paling banyak memang di Kecamatan Pekalongan Barat. Selain itu ada di SD 3 Tirto, Masjid Al-Karomah, masjid-masjid di Tirto, dan Ar-Rabithah. Di Kecamatan Pekalongan Timur juga ada, terutama di Ar-Rabithah,” ujar Yos saat ditemui di Dapur Umum Dinsos-P3KB Kota Pekalongan, Selasa (20/1/2026).
Sementara itu, wilayah Pekalongan Selatan dan Pekalongan Utara dilaporkan relatif aman dan tidak terdapat pengungsian.
“Tahun ini wilayah selatan dan utara tidak ada pengungsi. Jadi yang terdampak dan ada pengungsian itu di wilayah timur dan paling banyak di Kecamatan Pekalongan Barat,” jelasnya.
Untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi, Yos memastikan, distribusi makanan dilakukan secara rutin setiap hari. Pengantaran makanan pagi dimulai sekitar pukul 06.30 WIB, makan siang sekitar pukul 13.00 WIB hingga paling lambat pukul 13.30 WIB, sedangkan makan malam didistribusikan paling lambat pukul 20.00 WIB.
Selain bantuan makanan, berbagai bantuan logistik juga telah masuk dari pemerintah maupun pihak swasta. Bantuan tersebut antara lain berasal dari program CSR sejumlah instansi seperti PLN, beberapa dinas provinsi, serta pihak-pihak lainnya, yang sebagian besar disalurkan ke wilayah Kecamatan Pekalongan Barat. Di sisi lain, bantuan logistik juga masuk melalui BPBD.
“Untuk yang masuk ke Dinsos, itu bantuan dari Provinsi Jawa Tengah, berupa family kit, kids wear, tikar, dan matras. Bantuan tersebut sudah kami bagikan ke posko Kecamatan Pekalongan Barat dan diserahkan langsung oleh Pak Wali Kota,” kata Yos.
Ke depan, Dinsos P2KB Kota Pekalongan juga akan menerima tambahan bantuan dari pemerintah pusat berupa matras, tikar, lauk siap saji, makanan siap saji, serta kids wear. Seluruh bantuan tersebut akan didistribusikan ke pengungsian-pengungsian yang ada di Kota Pekalongan.
Yos menambahkan, sebagian matras akan ditempatkan di Ar-Rabithah sebagai inventaris tetap. Pasalnya, lokasi tersebut kerap dijadikan tempat pengungsian saat banjir.
"Ar-Rabithah ini sebenarnya sudah pernah kita bagikan matras sebagai inventaris. Jadi kalau suatu saat ada pengungsian, tinggal dikeluarkan,” ungkapnya.
Namun demikian, pihaknya mengakui sempat terjadi kendala karena sebagian matras dibawa pulang oleh pengungsi pada kejadian banjir sebelumnya. Untuk itu, ke depan pengurus setempat diminta menyimpan bantuan tersebut sebagai inventaris. Hal serupa juga diterapkan di Masjid Al-Karomah dan wilayah Kecamatan Pekalongan Barat, sementara beberapa masjid kecil di wilayah Kelurahan Tirto akan segera dilengkapi.
Menurut Yos, selama penanganan Sungai Bremi belum dilakukan secara tuntas, potensi banjir masih akan terus terjadi.
"Kalau Sungai Bremi ini belum ditangani secara menyeluruh, setiap hujan besar dan sungainya meluap, pasti terjadi banjir. Ini memang perlu perhatian khusus ke depan,” pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)