[ 2026-01-20 ]
Polres Pekalongan Kota Bersama KAI Lakukan Langkah Strategis Atasi Jalur Rel Tergenang
Kota Pekalongan - Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., mengerahkan jajarannya untuk terus memberikan pertolongan dan pelayanan kepada warga masyarakat terdampak banjir di wilayah Kota Pekalongan.
Sejak Senin pagi, (19/01/2026), Kapolres bersama anggota melakukan pemantauan langsung dan koordinasi intensif dengan kepala stasiun Kota Pekalongan terkait perkembangan kondisi Jalur Perlintasan Langsung (JPL).
Dimana sebelumnya diberitakan bahwa, di emplasemen Stasiun KAI Kota Pekalongan tepatnya KM 88 s/d KM 89 terendam air setinggi 20 cm. Hal tersebut mengakibatkan perjalanan kereta api menjadi terganggu.
“Semalam kami sudah lakukan pengecekan di sepanjang jalur rel yang tergenang. Hari ini air sudah terpantau mulai surut. Sehingga jadwal keberangkatan kereta api dari Surabaya menuju Jakarta maupun sebaliknya tetap on schedule.” ujar AKBP Riki kepada awak media.
AKBP Riki menambahkan bahwa, pihaknya bersama dengan manajemen Stasiun KAI Kota Pekalongan akan terus berupaya melakukan berbagai langkah strategis, salah satunya dengan pengangkatan atau peninggian jalur rel kereta api.
"Upaya ini dilakukan agar operasional perjalanan kereta api dapat kembali normal dan keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama,"terangnya.
Guna memastikan proses peninggian jalur rel tersebut berjalan lancar. Lanjutnya, Satlantas Polres Pekalongan Kota menerapkan rekayasa dan pengalihan arus lalu lintas di Simpang Empat Ponolawen.
" Personel Satlantas memasang barikade dan mengarahkan kendaraan yang melintas dari arah timur untuk melintas jalur dalam kota melalui Jl KH. Mansyur sampai dengan Jl. Gajah Mada Barat," terangnya.
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif menyampaikan rangkaian kereta api tetap diberangkatkan walaupun masih terjadi sedikit keterlambatan. Hal tersebut disebabkan adanya prosedur teknis penarikan rangkaian menggunakan lokomotif hidrolik sebagai langkah antisipasi saat jalur terdampak banjir, guna memastikan keselamatan perjalanan.
"Meski sudah bisa dilewati, kami masih memberlakukan pembatasan kecepatan. Kereta yang melintas di lokasi bekas banjir hanya diperbolehkan melaju dengan kecepatan maksimal 30 km/jam,"bebernya.
Langkah ini diambil demi keselamatan perjalanan, disertai pengawasan ketat oleh petugas prasarana di lapangan. KAI kini fokus pada percepatan normalisasi jalur agar operasional bisa kembali optimal.
"Jadi secara bertahap KAI Daop IV Semarang akan terus melakukan proses normalisasi jalur yang terendam banjir tersebut, supaya bisa kembali dilewati dengan perjalanan yang aman dan dengan kecepatan yang ditingkatkan," tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)