Details Foto


Banjir Limpasan Sungai Bremi Rendam Kota Pekalongan, 2.400 Warga Mengungsi

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-01-20 ]

Banjir Limpasan Sungai Bremi Rendam Kota Pekalongan, 2.400 Warga Mengungsi

Kota Pekalongan – Bencana banjir akibat limpasan Sungai Bremi dan cuaca ekstrem masih merendam sejumlah wilayah di Kota Pekalongan hingga Senin (19/1/2026) pagi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan mencatat sedikitnya 2.400 jiwa mengungsi, sementara 8.692 kepala keluarga (KK) terdampak di empat kecamatan.

Kalakhar BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, menjelaskan banjir dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kota Pekalongan sejak Minggu (18/1/2026) pukul 19.30 WIB hingga Senin dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, disertai angin kencang.

“Hujan juga terjadi di wilayah selatan Kota Pekalongan sehingga daya tampung daerah aliran sungai penuh dan air melimpas ke wilayah kota yang secara kontur lebih cekung,” ujar Budi saat memberikan laporan kondisi situasi banjir terkini di Kota Pekalongan, Senin pagi (19/1/2026) pukul 09.00 WIB.

Berdasarkan data BPBD, genangan banjir masih terjadi di sejumlah ruas jalan dan permukiman warga dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 100 sentimeter. Wilayah terdampak meliputi kawasan Jalan Progo, Kurinci, Majapahit, Slamet, Jlamprang, Ki Mangun Sarkoro, Patiunus, kawasan Pabean, Kampung Baru Tirto, hingga Jalan Singosari.

Secara administratif, banjir melanda empat kecamatan, yakni Pekalongan Timur, Pekalongan Barat, Pekalongan Selatan, dan Pekalongan Utara. Kecamatan Pekalongan Barat menjadi wilayah terdampak terparah dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter di sejumlah kelurahan, termasuk Tirto, Podosugih, Sapuro Kebulen, hingga Bendan Kergon.

Untuk penanganan darurat, BPBD bersama lintas sektor telah membuka 24 titik pengungsian yang tersebar di aula kecamatan, masjid, musala, sekolah, hingga fasilitas umum lainnya. Lokasi pengungsian terbesar berada di Aula Kecamatan Pekalongan Barat dan SDN Tirto 03.

Pihaknya menerangkan, BPBD Kota Pekalongan terus melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari monitoring dan patroli kesiapsiagaan, evakuasi warga terdampak, pendataan kebutuhan logistik, hingga koordinasi dengan TNI, Polri, OPD terkait, dan relawan kebencanaan.

“Kami mengaktifkan posko kebencanaan dan melibatkan seluruh unsur terkait untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal,” pungkasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)