Details Foto


BPS Kota Pekalongan Gelar Pelatihan Petugas Susenas Maret dan Seruti Triwulan I Tahun 2026

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-01-20 ]

BPS Kota Pekalongan Gelar Pelatihan Petugas Susenas Maret dan Seruti Triwulan I Tahun 2026, Perkuat Kualitas Data Sosial Ekonomi

Kota Pekalongan – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan menggelar Pelatihan Petugas Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret dan Survei Ekonomi Rumah Tangga Triwulanan (Seruti) Triwulan I Tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas data sosial ekonomi masyarakat. Kegiatan berlangsung di Hotel Howard Johnson Kota Pekalongan, Senin (19/1/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan keseragaman pemahaman, konsep, dan teknis pendataan di lapangan agar data yang dihasilkan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ketua Tim Statistik Sosial BPS Kota Pekalongan, Finda Rakhmawati, menjelaskan bahwa pelatihan ini dilaksanakan dalam dua tahapan, yakni pembelajaran mandiri secara online dan pembelajaran tatap muka (offline). Tahapan pembelajaran mandiri dan online telah dilaksanakan pada 13 hingga 15 Januari 2026, sedangkan pelatihan tatap muka resmi dimulai pada Senin, 19 Januari 2026.

“Untuk hari ini merupakan pembukaan pelatihan Susenas secara offline. Sebelumnya peserta telah mengikuti pembelajaran mandiri dan online. Pelatihan offline ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman materi sekaligus menyamakan persepsi seluruh petugas,” jelas Finda saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Ia merinci, pelatihan tatap muka bagi petugas Susenas dilaksanakan selama satu hari, sedangkan untuk petugas Susenas yang terintegrasi dengan Seruti berlangsung selama dua hari, yakni tanggal 19 dan 20 Januari 2026.
Pelatihan ini diikuti oleh 62 petugas, baik dari pegawai organik BPS maupun mitra statistik. Jumlah tersebut terdiri dari 47 Petugas Pendataan Lapangan (PPL) dan 15 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML).

Dari total PPL tersebut, sebagian merupakan mitra baru yang belum pernah terlibat langsung dalam pendataan Susenas, sehingga pelatihan ini menjadi bekal penting sebelum terjun ke lapangan.

“Untuk total petugas ada 62 orang. Dari mitra sendiri ada PPL dan PML, dan ini untuk kedua kegiatan, baik Susenas maupun Seruti,” terang Finda.

Materi pelatihan Susenas dan Seruti ini mencakup buku pedoman pencacahan, buku pedoman pengawasan, kuesioner, serta bahan ajar lainnya yang telah dibagikan kepada seluruh peserta.

Menurut Finda, Susenas memiliki peran yang sangat strategis dalam menyediakan data sosial ekonomi yang menjadi dasar perumusan berbagai kebijakan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Sementara itu, Seruti berfungsi sebagai survei ekonomi rumah tangga triwulanan yang memberikan gambaran kondisi konsumsi dan ekonomi rumah tangga secara lebih mutakhir.

“Survei ini fokus pada konsumsi rumah tangga. Dari hasil Susenas dan Seruti, kita bisa melihat bagaimana kondisi konsumsi masyarakat Kota Pekalongan saat ini, yang nantinya menjadi bahan penting dalam perencanaan dan evaluasi kebijakan,” ungkapnya.

Pasca pelatihan, para petugas akan langsung diterjunkan ke lapangan. Tahapan awal yang dilakukan adalah pemutakhiran data (listing) untuk memastikan rumah tangga yang berada di wilayah sampel, yang dijadwalkan mulai 21 Januari 2026. Setelah itu, dilakukan penarikan sampel dan pendataan rumah tangga yang direncanakan berlangsung pada Februari 2026.

Adapun jumlah wilayah sampel yang akan didata sebanyak 66 Satuan Lingkungan Setempat (SLS) atau 66 RT, yang mencakup kegiatan Susenas dan Seruti. Dari jumlah tersebut, 66 SLS merupakan sampel Susenas, dan 15 SLS di antaranya terintegrasi dengan Seruti.

"Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh petugas mampu melaksanakan pendataan sesuai dengan konsep, definisi, dan prosedur yang telah ditetapkan, sehingga data Susenas dan Seruti yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi sosial ekonomi masyarakat Kota Pekalongan secara objektif dan terpercaya,"pungkasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)