[ 2026-01-19 ]
Kapolres Pekalongan Kota Bersama Dandim 0710/Pekalongan Tinjau Langsung Lokasi Terdampak Banjir, Pastikan Keamanan Warga dan Layanan Publik Tetap Berjalan
Kota Pekalongan – Pasca hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur Kota Pekalongan sejak Jumat malam (16/1/2026), sejumlah wilayah di Kota Pekalongan terendam banjir. Genangan air yang terjadi di beberapa titik berdampak pada aktivitas masyarakat, fasilitas umum, hingga jalur transportasi vital.
Sebagai bentuk respons cepat dan kepedulian terhadap kondisi masyarakat terdampak, Kapolres Pekalongan Kota, Polda Jawa Tengah, AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H. bersama Dandim 0710/Pekalongan turun langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir pada Sabtu (17/01/2026).
Adapun lokasi pertama yang ditinjau adalah Stasiun Kereta Api Pekalongan. Di lokasi tersebut, Kapolres bersama Dandim melihat langsung kondisi beberapa ruas jalur rel kereta api yang tergenang air. Genangan tersebut sempat mengakibatkan terganggunya jadwal perjalanan sejumlah kereta api, baik keberangkatan maupun kedatangan, sehingga memerlukan penanganan cepat dan koordinasi lintas sektor.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan peninjauan ke Kelurahan Tirto, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah. Di kawasan ini, ketinggian air terpantau cukup tinggi hingga masuk ke permukiman warga. Akibatnya, sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari risiko keselamatan.
Saat berada di lokasi, Kapolres Pekalongan Kota menyempatkan diri menyapa warga terdampak, berdialog langsung, serta memastikan kondisi warga dalam keadaan aman.
Kapolres juga memberikan arahan kepada personel Polres Pekalongan Kota agar terus meningkatkan kewaspadaan, siaga penuh di lapangan, serta menjalin komunikasi dan koordinasi yang intensif, baik secara internal maupun dengan instansi terkait dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Lokasi berikutnya yang menjadi perhatian adalah kawasan sekitar Mapolsek Pekalongan Barat, yang merupakan jalur strategis karena terdapat perlintasan kereta api serta jalur Pantura. Sejak pagi hingga siang hari, kawasan ini terendam banjir yang sempat menghambat arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat. Namun demikian, hingga berita ini ditulis, sekitar pukul 15.00 WIB, air mulai berangsur surut dan perjalanan kereta api secara bertahap kembali beroperasi normal.
Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, melalui Ps. Kasi Humas Iptu Purno Utomo, S.H., menyampaikan bahwa Polres Pekalongan Kota akan terus melakukan pemantauan situasi di sejumlah titik rawan banjir serta mengerahkan seluruh personel untuk membantu masyarakat.
“Polres Pekalongan Kota akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan mengerahkan seluruh personel untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir, baik dalam pengamanan, pengaturan lalu lintas, maupun proses evakuasi jika dibutuhkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan tidak ragu memberikan informasi kepada anggota Polri apabila membutuhkan bantuan evakuasi atau melaporkan kondisi banjir di lingkungan tempat tinggalnya,” tegasnya.
Sementara itu, Dandim 0710/Pekalongan, Letkol Arm Garry Herlambang, S.Sos., menegaskan komitmen TNI untuk terus bersinergi dengan Polri dan pemerintah daerah dalam penanganan bencana banjir di Kota Pekalongan.
“TNI siap membantu sepenuhnya, baik dalam proses evakuasi, pengamanan wilayah, maupun pendistribusian bantuan kepada warga terdampak. Sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama agar penanganan banjir dapat berjalan cepat dan efektif,” ungkapnya.
Dengan sinergi lintas sektor tersebut, diharapkan dampak banjir di Kota Pekalongan dapat segera tertangani, aktivitas masyarakat kembali normal, serta keselamatan dan keamanan warga tetap terjaga.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)