Details Foto


Ratusan Paket MBG Disalurkan ke Para Pengungsi Korban Banjir

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-01-19 ]

Ratusan Paket MBG Disalurkan ke Para Pengungsi Korban Banjir


Kota Pekalongan – Kepedulian terhadap warga terdampak banjir terus ditunjukkan oleh berbagai pihak di Kota Pekalongan. Salah satunya melalui penyaluran ratusan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada para pengungsi korban banjir yang tersebar di sejumlah titik pengungsian, salah satunya di Aula Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Sabtu (17/1/2026).

Program ini dilaksanakan secara responsif sebagai bentuk adaptasi kebijakan di tengah kondisi darurat akibat banjir yang melanda beberapa wilayah.

Penyaluran MBG kali ini dilaksanakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pringrejo 2, yang biasanya menyalurkan makanan bergizi kepada peserta didik di sekolah. Namun, menyusul kondisi banjir dan kebijakan peliburan sekolah secara mendadak, distribusi MBG dialihkan kepada masyarakat terdampak bencana, khususnya para pengungsi.

Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Pringrejo 2 Program MBG, Dito, menjelaskan bahwa, penyaluran MBG kepada korban banjir merupakan langkah cepat yang diambil untuk memastikan makanan bergizi tetap tersalurkan dan tidak terbuang sia-sia.

Menurutnya, sebelum penyaluran dilakukan, pihaknya terlebih dahulu melakukan pendataan jumlah kebutuhan serta berkoordinasi dengan unsur kewilayahan setempat. Hal ini dilakukan agar distribusi tepat sasaran dan berjalan tertib.

“Kita data dulu beberapa jumlahnya, nanti baru kita koordinasi dengan Pak Camat dan Danramil-nya. Kebetulan memang persiapan ini kita dari awal. Jadi ketika memang ada kejadian-kejadian seperti ini yang tidak terduga, maka persiapan itu harus segera ditindaklanjuti,” jelasnya.

Untuk tahap awal, SPPG Pringrejo 2 menyalurkan total 300 paket MBG yang dibagi ke dua wilayah. Sebanyak 150 paket disalurkan melalui lokasi pegungsian di Kecamatan Pekalongan Barat, sementara 150 paket lainnya didistribusikan langsung ke lokasi pengungsian lain.

“Untuk jumlahnya ini ada dua pembagian. Di kecamatan sini itu 150, nanti ada di kelurahan itu 150 juga,” terang Dito.

Ia menambahkan bahwa, tidak menutup kemungkinan jumlah bantuan MBG akan ditambah, menyesuaikan dengan perkembangan situasi banjir dan jumlah warga yang masih mengungsi.

“Ke depan kemungkinan ada tambahan. Cuman kita lihat saja nanti kondisinya seperti apa,” imbuhnya.

Dito mengungkapkan bahwa, penyaluran MBG kepada korban banjir ini merupakan keputusan cepat yang diambil secara situasional. Ketika banjir terjadi dan sekolah-sekolah diliburkan secara mendadak, pihaknya harus segera mencari solusi agar program MBG tetap berjalan dan memberi manfaat luas.

“Ini keputusan mendadak sebenarnya. Ketika memang ada seperti ini dan sekolah-sekolah juga pada diliburkan secara mendadak, kita harus putar otak bagaimana caranya agar ini tersalurkan ke segala penjuru,” tuturnya.

Dalam setiap paket MBG yang disalurkan, masyarakat pengungsi menerima makanan lengkap dengan komposisi gizi seimbang. Selain menu utama, bantuan juga dilengkapi dengan buah-buahan sebagai sumber vitamin dan serat.

“Nutrisinya sama semua. Jadi memang sesuai dengan apa yang dianjurkan dan ketentuannya,” tegas Dito.

Penyaluran MBG ini disambut baik oleh para pengungsi yang saat ini tengah berjuang menghadapi dampak banjir, mulai dari genangan air di permukiman hingga keterbatasan akses pangan. Kehadiran makanan bergizi dinilai sangat membantu, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan di lokasi pengungsian.

Melalui langkah ini, ia berharap, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berperan dalam mendukung pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga mampu beradaptasi dan berkontribusi nyata dalam situasi darurat bencana.

"Kami berharap, sinergi lintas sektor ini dapat terus diperkuat demi memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir dapat terpenuhi dengan baik,"pungkasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)