Details Foto


Tanggul Jebol di Kalibaros Berhasil Ditangani Berkat Gotong Royong Warga dan Stakeholder

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-01-19 ]

Tanggul Jebol di Kalibaros Berhasil Ditangani Berkat Gotong Royong Warga dan Stakeholder


Kota Pekalongan – Peristiwa jebolnya tanggul yang terjadi pada 8 Desember 2025 di wilayah Kelurahan Kalibaros, Kecamatan Pekalongan Timur, sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan hidupnya dari lahan pertanian di sekitar lokasi.

Jebolnya tanggul tersebut dikhawatirkan dapat memicu genangan hingga banjir yang berpotensi merusak tanaman serta mengganggu aktivitas pertanian warga.
Menanggapi kondisi tersebut, warga bersama paguyuban tani setempat bergerak cepat melakukan upaya penanganan darurat secara swadaya.

Sejak hari-hari awal kejadian, semangat gotong royong langsung ditunjukkan dengan melaksanakan kerja bakti untuk menutup bagian tanggul yang jebol. Upaya awal dilakukan dengan memanfaatkan tiga truk tanah yang berasal dari paguyuban tani setempat.

Setiap sore, tanah tersebut dikarungi secara bergantian oleh warga dengan menggunakan karung bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta PSDA Pemali Comal. Proses pengkarungan dan penataan karung tanah di lokasi tanggul dilakukan secara manual dengan penuh kehati-hatian agar tanggul sementara dapat menahan aliran air dan mencegah kerusakan yang lebih luas.

Namun demikian, upaya penanganan awal yang dilakukan oleh warga dan paguyuban tani dinilai belum sepenuhnya tuntas. Mengingat pentingnya fungsi tanggul tersebut bagi lahan pertanian dan keselamatan lingkungan sekitar, diperlukan dukungan lanjutan dari berbagai pihak agar penanganan dapat dilakukan secara lebih optimal dan menyeluruh.

Untuk mempercepat penyelesaian, kerja bakti lanjutan kemudian dilaksanakan pada Rabu (14/1/2026) dan Jumat (16/1/2026) dengan melibatkan berbagai stakeholder terkait. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi lintas sektor antara masyarakat dan unsur pemerintah dalam menangani permasalahan di wilayah.

Dalam kerja bakti lanjutan tersebut, turut hadir dan terlibat langsung BPBD Kota Pekalongan, jajaran Polsek dan Koramil setempat, PSDA, serta dukungan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang menyuplai sekitar 300 karung tanah tambahan.

Bantuan ini sangat membantu dalam memperkuat tanggul darurat sehingga mampu menahan debit air, terutama saat curah hujan meningkat.

Dengan keterlibatan berbagai pihak dan kerja sama yang solid, proses penanganan tanggul jebol berjalan lebih cepat dan tertata. Semangat kebersamaan terlihat jelas di lapangan, di mana aparat, petani, dan warga bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan demi kepentingan bersama.

Alhasil, pada Jumat (16/1/2026), penanganan darurat tanggul jebol di Kelurahan Kalibaros dinyatakan selesai. Warga pun merasa lega karena potensi ancaman banjir yang dapat mengganggu aktivitas pertanian dan kehidupan sehari-hari berhasil diminimalkan. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah mampu memberikan solusi nyata terhadap persoalan di lapangan.

Lurah Kalibaros, Suprayitno, S.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penanganan tanggul jebol tersebut.

“Alhamdulillah, berkat gotong royong warga dan dukungan seluruh stakeholder, pekerjaan penanganan tanggul jebol dapat diselesaikan dengan baik. Ini merupakan wujud nyata semangat guyub rukun dan kebersamaan masyarakat Kalibaros,” ungkapnya.

Ia berharap, ke depan sinergi dan kepedulian seperti ini dapat terus terjaga dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan maupun pembangunan di wilayah Kelurahan Kalibaros.

"Sehingga, tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan sejahtera bagi seluruh warga,"tukasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)