[ 2026-01-14 ]
PWI Ambil Peran Gaungkan Kebersihan Lingkungan
Kota Pekalongan – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengambil peran aktif dalam menggaungkan pentingnya kebersihan lingkungan sebagai bentuk kepedulian dan partisipasi nyata terhadap persoalan sampah yang masih menjadi masalah serius di Kota Pekalongan. Upaya ini sekaligus menjadi ajakan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga lingkungan, terutama menjelang dan selama musim penghujan.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pekalongan, Kuswandi menegaskan bahwa saat ini Kota Pekalongan masih berada dalam kondisi darurat sampah. Melalui peran strategisnya, PWI berupaya mendorong kesadaran publik agar persoalan kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
“PWI menggaungkan kebersihan lingkungan sebagai bentuk partisipasi stakeholder. Ke depan, terlebih di musim penghujan, ada beberapa titik yang harus benar-benar dibersihkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, langkah awal yang dapat dilakukan adalah dimulai dari lingkungan masing-masing, terutama dengan membersihkan selokan atau saluran air yang sering tersumbat sampah. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat menimbulkan dampak langsung bagi warga sekitar apabila dibiarkan.
“Harapannya dimulai dari lingkungan sendiri. Selokan di lingkungan masing-masing yang tersumbat tentu akan berdampak pada lingkungan itu sendiri,” lanjutnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa upaya kebersihan yang dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan sangat penting. Saat curah hujan tinggi, ia mengingatkan agar saluran drainase dan irigasi di berbagai wilayah kembali dicek dan dipastikan berfungsi optimal.
“Ke depan, curah hujan akan semakin tinggi. Beberapa selokan dan saluran irigasi harus dicek kembali untuk memastikan air hujan dapat mengalir dengan baik,” tambahnya.
Melalui peran aktif PWI dalam menggaungkan kebersihan lingkungan ini, diharapkan terbangun sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak terkait. Dengan kepedulian bersama, persoalan sampah dan risiko lingkungan di Kota Pekalongan dapat diminimalkan, sehingga masyarakat dapat lebih siap menghadapi musim penghujan.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)