Details Foto


UDD PMI Catat Stok Darah, Golongan A dan AB Perlu Dukungan Pendonor

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-01-08 ]

UDD PMI Catat Stok Darah, Golongan A dan AB Perlu Dukungan Pendonor

Kota Pekalongan — Di awal tahun 2026, stok darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan secara umum masih tersedia, namun terdapat beberapa golongan darah yang berada pada tingkat kurang aman, khususnya golongan darah A dan AB. Hal ini disampaikan oleh petugas P2D2S UDD PMI setempat, Muhammad Fahmi saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (6/1/2026).

Fahmi merinci stok darah di UDD PMI Whole Blood (WB) golongan A 7 kantong, golongan B 62 kantong, golongan O 35 kantong, golongan AB 11 kantong. Untuk Packed Red Cells (PRC) golongan A 12 kantong, golongan B 33 kantong, O golongan 35 kantong, golongan AB 11 kantong. Selain itu untuk Thrombocyte Concentrate (TC) golongan A 3 kantong, B 6 kantong, O 2 kantong dan AB 2 kantong. 

Dari data tersebut, pihaknya mencatat bahwa stok darah golongan A dan AB berada pada kondisi yang memerlukan kewaspadaan, terutama untuk komponen trombosit yang memiliki masa simpan lebih singkat. Kondisi ini berpotensi memengaruhi pelayanan transfusi apabila permintaan meningkat secara tiba-tiba.

“Ketersediaan darah golongan A dan AB saat ini belum berada pada level aman. Kami berharap pendonor dengan golongan darah tersebut dapat segera mendonorkan darahnya,” terangnya.

Sebagai langkah antisipasi, ia mengimbau masyarakat yang sehat dan memenuhi persyaratan donor darah untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan donor darah, baik di UDD PMI maupun melalui kegiatan donor darah keliling.

UDD PMI memastikan bahwa seluruh proses donor darah dilakukan sesuai dengan standar pelayanan nasional, dengan pengawasan tenaga medis profesional serta penerapan prosedur keselamatan yang ketat demi menjamin keamanan pendonor dan kualitas darah.

Lebih lanjut, ia berharap melalui partisipasi aktif masyarakat, ketersediaan darah khususnya golongan A dan AB dapat segera kembali mencukupi dan pelayanan transfusi darah kepada masyarakat dapat terus berjalan optimal.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)