[ 2026-01-08 ]
Tahun 2026, Kota Pekalongan Tambah 30 SPPG Baru, Perkuat Layanan MBG Hingga Tingkat Kelurahan
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus berkomitmen dalam memperkuat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penambahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pada tahun 2026, Kota Pekalongan menargetkan penambahan sebanyak 30 SPPG baru guna memperluas jangkauan layanan, meningkatkan kualitas distribusi, sekaligus memperkuat pemberdayaan tenaga kerja lokal.
Koordinator SPPG Kota Pekalongan, M. Noor Faishal Zakiy, menjelaskan bahwa, di awal tahun 2026 ini, progres pembangunan SPPG berjalan cukup signifikan. Dari total 30 SPPG yang direncanakan, sebanyak 8 SPPG sudah siap beroperasional, 17 SPPG masih dalam tahap pembangunan, dan sisanya akan menyusul hingga akhir tahun 2026.
“Di awal tahun 2026 ini, sudah ada delapan SPPG yang siap beroperasional. Sebanyak 17 lainnya sedang dalam proses pembangunan, dan sisanya akan menyusul hingga akhir tahun. Kami optimistis seluruh target bisa terealisasi sesuai perencanaan,” ungkap Faishal saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (07/01/2026).
Ia menambahkan, pada tahun 2025 lalu, Kota Pekalongan telah memiliki 22 SPPG yang sudah beroperasi dan tersebar di empat kecamatan. Bahkan, seluruh 27 kelurahan di Kota Pekalongan kini sudah berdiri SPPG MBG sebagai bagian dari penguatan layanan pangan bergizi untuk masyarakat.
“Alhamdulillah, pembangunan SPPG di Kota Pekalongan bisa dicapai dengan lancar. Persebarannya sudah menjangkau seluruh kelurahan, sehingga distribusi paket MBG dapat lebih merata dan cepat,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan operasional harian, mekanisme pengantaran paket menu MBG pada tahun 2026 masih sama seperti sebelumnya. Untuk pelajar PAUD, TK, SD, dan MI, pengiriman dilakukan mulai pukul 07.30-08.00 WIB. Sementara untuk pelajar SMP dan MTs dilakukan pada pukul 08.00–09.00 WIB, dan untuk pelajar SMA, SMK, serta MA pada pukul 10.00–11.00 WIB.
“Skema pengiriman ini kami pertahankan karena dinilai sudah efektif dan sesuai dengan jam belajar siswa. Dari laporan yang masuk, distribusi berjalan lancar dan tepat waktu,” terangnya.
Dengan penambahan 30 SPPG baru pada tahun 2026 ini, ia berharap kualitas layanan MBG semakin meningkat, jangkauan penerima manfaat semakin luas, serta dampak ekonomi bagi masyarakat lokal semakin terasa.
"Program ini diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)