Details Foto


Pemkot Pekalongan Buka Ruang Kolaborasi dengan Investor, Optimalkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-01-07 ]

Pemkot Pekalongan Buka Ruang Kolaborasi dengan Investor, Optimalkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus berkomitmen mencari solusi terbaik dan berkelanjutan dalam menangani persoalan sampah. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah dengan membuka ruang kolaborasi dan sinergi seluas-luasnya bersama berbagai pihak, baik pemerintah provinsi maupun sektor swasta, termasuk investor dari dalam dan luar negeri.

Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Aaf, menegaskan bahwa, persoalan sampah merupakan tantangan kompleks yang tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah daerah sendiri. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor agar pengelolaan sampah di Kota Pekalongan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

“Jadi harus kombinasi dengan provinsi, termasuk kerja sama dengan investor. Beberapa investor sudah presentasi ke kita, dari luar negeri juga ada, seperti China, Malaysia, Singapura. Itu akan kita maksimalkan,” ungkap Wali Kota Aaf.

Menurutnya, ketertarikan investor terhadap pengelolaan sampah di Kota Pekalongan menunjukkan bahwa isu lingkungan kini telah menjadi perhatian global sekaligus memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.

"Pemkot Pekalongan pun menyambut baik berbagai tawaran dan gagasan yang masuk, terutama yang berorientasi pada pengurangan sampah, pengolahan berbasis teknologi, serta pemanfaatan sampah menjadi sumber daya yang bernilai,"terangnya.

Meski demikian, Wali Kota Aaf menegaskan bahwa, Pemkot Pekalongan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalin kerja sama, khususnya dengan investor luar negeri. Ia menilai, proses kerja sama internasional membutuhkan waktu yang panjang dan melalui berbagai tahapan yang tidak sederhana, mulai dari kajian teknis, regulasi, hingga kesesuaian dengan kebutuhan daerah.

“Tapi proses tetap kita jalankan. Jangan sampai bergantung pada investor luar negeri yang prosesnya masih lama. Mudah-mudahan ada jalan keluar terbaik untuk permasalahan sampah ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa hingga saat ini capaian pengelolaan sampah di Kota Pekalongan telah berada di kisaran 50–60 persen. Angka tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya yang telah dilakukan, mulai dari optimalisasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS), penguatan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R), hingga dukungan program-program pengurangan sampah dari sumbernya.

“Target kita, kalau TPS-3R semua sudah jalan, bisa tembus 80 persen mudah-mudahan. Kalau 100 persen itu berat sekali ya, karena juga menyangkut kesadaran masyarakat,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa, pengelolaan sampah tidak hanya bertumpu pada ketersediaan infrastruktur dan dukungan anggaran semata, tetapi sangat bergantung pada perubahan perilaku dan tingkat kesadaran masyarakat. Pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta partisipasi aktif warga dalam program lingkungan menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah secara menyeluruh.

Sejalan dengan itu, Pemkot Pekalongan terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Upaya ini dilakukan melalui berbagai program, mulai dari kampanye pilah sampah, penguatan bank sampah, hingga kolaborasi dengan komunitas dan lembaga pendidikan.
Pihaknya berharap, melalui sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, persoalan sampah dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pembangunan berwawasan lingkungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Kota Pekalongan.

“Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah terus berupaya, tapi tanpa dukungan masyarakat, hasilnya tidak akan maksimal. Karena itu, mari kita jaga Kota Pekalongan agar tetap bersih, sehat, dan nyaman untuk generasi sekarang maupun yang akan datang,” pungkasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian/Allem)