[ 2025-12-30 ]
Ciptakan Lingkungan Belajar Aman, SKB Kota Pekalongan Gelar Kegiatan Parenting dan Pendidikan Seks
Kota Pekalongan – Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan menyelenggarakan kegiatan parenting dan pendidikan seks sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan ramah bagi seluruh peserta didik. Kegiatan ini diikuti oleh orang tua siswa PAUD dan Paket A Inklusi, peserta didik Paket B dan Paket C, serta pendidik dan pendamping belajar.
Kepala SKB Kota Pekalongan, Bonari saat ditemui pada kegiatan tersebut, baru-baru ini, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya anggapan di masyarakat bahwa pendidikan seks merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan, baik di rumah maupun di lingkungan pendidikan. Padahal, anak termasuk anak berkebutuhan khusus berada pada posisi yang sangat rentan terhadap kekerasan, salah informasi, dan perlakuan yang tidak aman.
“Orang tua sering kali belum memiliki bekal bahasa, pemahaman, dan keberanian untuk mengenalkan pendidikan seks sejak dini secara tepat. Untuk peserta didik Paket B dan C yang mayoritas remaja, minimnya pemahaman ini justru berisiko pada perilaku yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Dikatakan Bonari, orang tua siswa PAUD dan Paket A Inklusi dibekali pemahaman dasar tentang cara mengenalkan pendidikan seks sejak dini secara sederhana, aman, dan bermartabat. Kegiatan ini juga menegaskan bahwa anak berkebutuhan khusus bukanlah penyakit, melainkan individu utuh yang memiliki hak atas tubuhnya, rasa aman, dan penghargaan.
Sementara itu, bagi peserta didik Paket B dan Paket C, kegiatan difokuskan pada pengenalan perubahan diri, pemahaman batasan tubuh, serta penumbuhan tanggung jawab dalam bersikap dan mengambil keputusan. Pendidik dan pendamping belajar turut dilibatkan sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang konsisten dan saling mendukung.
Bonari menerangkan kegiatan ini menghadirkan narasumber berkompeten, yaitu Nur Agustina dari HIMPSI yang memiliki keahlian dalam psikologi anak, remaja, dan keluarga, serta Endah Wulandari dari DPMPPA yang fokus pada isu perlindungan perempuan dan anak serta pencegahan kekerasan.
Melalui pelaksanaan kegiatan ini, Bonari berharap orang tua semakin percaya diri membicarakan pendidikan seks, peserta didik memperoleh pemahaman yang benar, serta seluruh anak dapat tumbuh dengan rasa aman terhadap tubuh dan dirinya sendiri.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)