Details Foto


Optimalkan Pemberdayaan Anak Putus Sekolah, Pemkot Pekalongan-LKP Nisfisano Sukses Gelar Pendidikan Kecakapan Wirausaha Tata Busana 2025

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-12-30 ]

Optimalkan Pemberdayaan Anak Putus Sekolah, Pemkot Pekalongan-LKP Nisfisano Sukses Gelar Pendidikan Kecakapan Wirausaha Tata Busana 2025

Kota Pekalongan – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Nisfisano Kota Pekalongan telah menyelenggarakan kegiatan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2025 bidang Tata Busana, yang diperuntukkan bagi anak putus sekolah dan pemuda tidak bekerja usia 15–25 tahun. Program ini merupakan bagian dari fasilitasi Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, sebagai upaya memberikan keterampilan kerja dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi masyarakat di luar jalur pendidikan formal.

Program PKW Tata Busana ini diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari lingkungan sekitar LKP Nisfisano. Pelatihan dilaksanakan dengan total durasi 250 jam pembelajaran, meliputi teori dasar menjahit, praktik pembuatan aneka busana, tas hingga penguatan kompetensi kewirausahaan yang berorientasi pada kemandirian usaha.

Pengelola LKP Nisfisano, Nakiroh, saat ditemui pada penutupan kegiatan tersebut, Selasa (23/12/2025) di LPKnya yang berada jalan Jlamprang, Klego Gg. 2 No.4 l, menjelaskan bahwa lembaganya telah aktif melaksanakan pelatihan keterampilan sejak tahun 2017 dan secara konsisten menyasar masyarakat yang tidak memiliki akses pendidikan formal.

“Sejak tahun 2017 kami melaksanakan pelatihan dan dipercaya oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi untuk menjalankan program kewirausahaan bagi masyarakat. Sasaran utama kami adalah anak-anak usia 15 sampai 25 tahun yang tidak sekolah, tidak bekerja, atau tidak melanjutkan pendidikan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tata busana menjadi kompetensi unggulan LKP Nisfisano karena selaras dengan potensi wilayah sekitar yang banyak memiliki usaha konveksi dan home industry. Kondisi tersebut memberikan peluang nyata bagi peserta untuk mengembangkan usaha secara mandiri setelah menyelesaikan pelatihan.

Dalam mendukung kesiapan peserta menghadapi dunia usaha, pihaknya menjalin kerja sama dengan berbagai mitra, di antaranya pelatihan digital marketing bersama IWIMA Institut Widya Pratama, sejumlah UMKM batik lokal seperti Batik Kenong, Batik Bogard, Batik Zafi, Batik Salia, dan Batik Al-Munna, serta Bank Jateng. Kolaborasi ini bertujuan memberikan wawasan menyeluruh terkait produksi, pemasaran digital, dan pengelolaan keuangan usaha.

“Materi pelatihan kami tekankan pada kewirausahaan. Kami dorong peserta agar benar-benar siap mandiri, bahkan setelah program selesai mereka tetap kami pantau perkembangannya,” tambahnya.

Nakiroh menegaskan bahwa 100 persen lulusan Program PKW Tata Busana diarahkan untuk berwirausaha mandiri, baik melalui usaha rumahan, kemitraan dengan UMKM, maupun membuka jasa menjahit sendiri. Harapannya, lulusan program ini dapat berkontribusi dalam membuka lapangan kerja baru di lingkungan sekitarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri melalui Kepala Bidang PAUD dan PNF, Sherly Imanda Hidayah mengapresiasi pelaksanaan Program PKW yang dinilai sangat strategis dalam menangani persoalan anak putus sekolah.

“Kegiatan ini sangat luar biasa. Setiap tahun kami menyelenggarakan dua program utama, yaitu Program Kecakapan Kerja (PKK) untuk menyalurkan anak-anak tidak sekolah ke dunia kerja, dan Program Kecakapan Wirausaha (PKW) untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan agar mereka mampu menciptakan usaha atau startup baru,” ungkapnya.

Pada tahun 2025, Dinas Pendidikan Kota Pekalongan bekerja sama dengan beberapa lembaga kursus, di antaranya LKP Nisfisano untuk keterampilan menjahit melalui PKW, LKP Inasaba untuk PKW bidang digital marketing, serta LKP An Nur untuk program PKK menjahit. Seluruh rangkaian program tersebut telah selesai dilaksanakan pada Desember 2025, dengan total sasaran mencapai 75 anak putus sekolah.

Pemerintah Kota Pekalongan berharap melalui program ini, anak-anak yang tidak bersekolah tetap memiliki keterampilan kerja atau jiwa kewirausahaan sehingga mampu masuk ke dunia kerja maupun membuka usaha sendiri.

“Harapannya, anak-anak putus sekolah memiliki bekal keterampilan dan kemandirian ekonomi. Dengan demikian, mereka dapat meningkatkan taraf hidup dan turut mendukung peningkatan indeks pembangunan masyarakat menuju Kota Pekalongan yang lebih sejahtera,” harapnya.

Melalui Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha ini, pemerintah bersama lembaga pelatihan terus berkomitmen menghadirkan pendidikan alternatif yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi generasi muda di luar jalur pendidikan formal.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)