[ 2025-12-30 ]
Unjuk Karya Simori Craft, Siswa SMKN 3 Pekalongan Tampilkan Produk Ramah Lingkungan
Kota Pekalongan – SMK Negeri 3 Pekalongan menggelar kegiatan Unjuk Karya Produk Kreativitas Kewirausahaan Siswa bertajuk Simori Craft yang dilaksanakan di Galeri Kriya Tekstil SMKN 3 Pekalongan, belum lama ini. Gelaran tersebut menjadi ajang apresiasi sekaligus pameran hasil karya siswa dalam mengembangkan produk kreatif berbasis kewirausahaan yang berorientasi pada kebutuhan pasar dan kepedulian terhadap lingkungan.
Unjuk karya tersebut merupakan wujud implementasi dari keberhasilan SMKN 3 Pekalongan sebagai salah satu penerima Bantuan Pemerintah Program Proyek Kreatif dan Kewirausahaan SMK (PKK SMK) Tahun 2025. Program ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sebagai upaya memperkuat pembelajaran kewirausahaan di satuan pendidikan vokasi.
Kepala SMK Negeri 3 Pekalongan, Sukowati, mengatakan bahwa program PKK SMK menjadi ruang belajar yang nyata dan terstruktur bagi siswa untuk memahami dunia kewirausahaan sejak dini. Melalui program ini, siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi terlibat langsung dalam seluruh tahapan proses usaha layaknya di dunia industri.
“Sejak bulan Oktober 2025, siswa kami dampingi mulai dari proses kualifikasi ide produk, perencanaan usaha, proses produksi, hingga strategi pemasaran. Mereka juga dibagi dalam peran manajemen yang menyerupai struktur industri, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih kontekstual dan aplikatif,” katanya.
Ia menyebutkan salah satu produk unggulan yang ditampilkan dalam Unjuk Karya Simori Craft adalah berbagai produk kriya berbahan tekstil ramah lingkungan. Produk-produk tersebut dirancang sebagai solusi alternatif pengganti plastik sekali pakai, yang selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar sampah lingkungan. Berangkat dari kebutuhan sehari-hari di lingkungan sekolah, siswa menciptakan produk dengan konsep reusable, fungsional, serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan selera konsumen.
Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa produk Simori Craft tidak hanya menonjolkan nilai estetika dan kreativitas desain, tetapi juga mengedepankan nilai keberlanjutan dan kepedulian terhadap isu lingkungan. Melalui pemanfaatan bahan tekstil yang ramah lingkungan, siswa diajak untuk memahami bahwa inovasi produk dapat berjalan seiring dengan upaya pengurangan sampah plastik dan pelestarian lingkungan.
Sukowati menjelaskan bahwa melalui program PKK SMK, siswa dibekali berbagai kompetensi penting, mulai dari keterampilan teknis produksi, pengelolaan pemasaran digital, hingga pembentukan mental dan karakter wirausaha. Siswa dilatih untuk berani mengambil keputusan, bekerja dalam tim, membaca peluang pasar, serta bertanggung jawab terhadap produk yang dihasilkan.
“Harapan kami, pembelajaran berbasis proyek kreatif dan kewirausahaan ini mampu melahirkan lulusan SMK yang mandiri, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri maupun orang lain di masa depan,” jelasnya.
Melalui kegiatan Unjuk Karya Simori Craft, pihaknya berkomitmen menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara kreativitas siswa, pendampingan guru, serta dukungan pemerintah mampu menghasilkan karya inovatif yang bernilai ekonomi dan berdampak positif bagi lingkungan.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)