Details Foto


PWI Kota Pekalongan Inisiasi Kerja Bakti, Dorong Edukasi Sampah dan Pengembalian Taman Sorogenen Jadi Ruang Terbuka Hijau

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-12-22 ]

PWI Kota Pekalongan Inisiasi Kerja Bakti, Dorong Edukasi Sampah dan Pengembalian Taman Sorogenen Jadi Ruang Terbuka Hijau

Kota Pekalongan – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pekalongan menunjukkan peran strategis insan pers dalam pembangunan daerah. Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional 2026, PWI Kota Pekalongan menginisiasi gerakan aksi bersih sampah di lapangan Sorogenen, Jumat (19/12/2025) untuk mengembalikan lokasi tersebut menjadi taman kota seperti sedia kala. Aksi ini juga menjadi kampanye kepedulian lingkungan, khususnya dalam menghadapi kondisi darurat sampah yang masih menjadi tantangan di Kota Pekalongan.

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Taman Sorogenen ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Kota Pekalongan, TNI-Polri, komunitas lingkungan, hingga masyarakat sekitar. Lokasi tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Taman Sorogenen sebelumnya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, namun sempat dialihfungsikan menjadi pasar darurat pascakebakaran Pasar Banjarsari.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Sekretariat Daerah Kota Pekalongan, Muadi saat ditemui pada kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif PWI yang dinilai luar biasa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, kampanye kebersihan dan pengelolaan sampah yang digagas insan pers memiliki daya jangkau dan daya pengaruh yang kuat.

“Kegiatan ini luar biasa diinisiasi oleh insan pers melalui PWI Kota Pekalongan. Ini merupakan bentuk edukasi dan kampanye yang sangat penting, terutama setelah Kota Pekalongan menghadapi darurat sampah. Perlu ada upaya nyata untuk menyadarkan masyarakat bahwa persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pemilihan lokasi kerja bakti di Taman Sorogenen sangat relevan dengan rencana penataan kota ke depan. Pasar Banjarsari kini telah difungsikan kembali, sehingga kawasan Sorogenen memiliki peluang besar untuk dikembalikan sesuai fungsi awalnya sebagai ruang terbuka hijau.

“Kita tahu Pasar Banjarsari sudah difungsikan kembali. Harapannya, Taman Sorogenen bisa dikembalikan sebagai ruang terbuka hijau. Setiap kecamatan sebenarnya sudah memiliki RTH, seperti di Kecamatan Pekalongan Timur yang sudah memiliki alun-alun Kota Pekalongan. Potensi ruang terbuka hijau ini perlu kita perhatikan dan tangani bersama,” ungkapnya.

Lanjutnya, penataan kembali Taman Sorogenen sudah tahap perencanaan dan penyiapan anggaran. Apabila anggaran telah siap, Taman Sorogenen diharapkan dapat kembali berfungsi optimal sebagai taman kota yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menilai keberadaan insan pers memiliki daya magnet tersendiri dalam menyampaikan pesan-pesan kampanye yang edukatif dan berkelanjutan.

“Peran PWI luar biasa. Saya mengapresiasi teman-teman insan pers yang bergabung di PWI. Artinya PWI sebagai mitra Pemerintah Kota Pekalongan dapat bersama-sama memberikan masukan dan mengkampanyekan upaya-upaya yang lebih kompeten dan berdampak luas kepada masyarakat,” imbuhnya.

Ketua PWI Kota Pekalongan, Kuswandi membeberkan bahwa kegiatan kerja bakti ini tidak hanya berfokus pada pembersihan lingkungan, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama untuk mengembalikan Taman Sorogenen sebagai taman kota yang layak.

“Hari ini seluruh stakeholder dan komunitas kita libatkan. Tujuannya jelas, bagaimana mengembalikan Lapangan Sorogenen menjadi taman kota. Seperti kita ketahui, setelah Pasar Banjarsari terbakar, taman ini dijadikan pasar darurat. Sekarang pasar baru sudah terbangun dan pedagang telah pindah, maka sudah saatnya Sorogenen kembali menjadi ruang terbuka hijau,” bebernya.

Ia menuturkan, ke depan kawasan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas positif, seperti jogging track, area resapan air, dan ruang interaksi sosial yang sehat.

“Kami ingin taman ini bisa digunakan masyarakat untuk jogging track, resapan air, dan kegiatan positif lainnya. Ini bukan hanya soal estetika, tapi juga soal keberlanjutan lingkungan,” tuturnya.

Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, mulai dari TNI, Polri, Pemerintah Kota Pekalongan, komunitas, hingga relawan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat hari ini. Kebersamaan ini menunjukkan bahwa persoalan sampah dan kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, PWI Kota Pekalongan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan lingkungan semakin meningkat, sekaligus menjadi langkah awal untuk mengembalikan fungsi ruang terbuka hijau demi kualitas hidup warga Kota Pekalongan yang lebih baik.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)