Details Foto


Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perubahan, Pemkot Pekalongan Gelar Sosialisasi Anti Korupsi Pelajar SMA/SMK/MA

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-12-22 ]

Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perubahan, Pemkot Pekalongan Gelar Sosialisasi Anti Korupsi Pelajar SMA/SMK/MA

Kota Pekalongan - Pemerintah Kota Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Anti Korupsi bagi Pelajar SMA/SMK/MA* dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkodia). Kegiatan yang mengusung tema “Generasi Muda Melawan Korupsi, Satukan Aksi Basmi Korupsi” diikuti oleh pelajar serta guru dari berbagai sekolah menengah di Kota Pekalongan, bertempat di Gedung BPKAD setempat, Kamis (18/12/2025).

Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj Balgis Diab menyampaikan bahwa peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai integritas kepada generasi muda. Menurutnya, upaya pemberantasan korupsi tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga harus dimulai dari pencegahan sejak usia dini.

“Dalam rangka Hari Anti Korupsi Sedunia, Pemerintah Kota Pekalongan mengadakan kegiatan sosialisasi basmi korupsi untuk generasi muda. Hal ini penting sebagai upaya awal agar para pelajar memahami arti korupsi serta cara melakukan pencegahannya sejak dini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemahaman mengenai korupsi tidak boleh dimaknai secara sempit hanya sebatas persoalan materi atau keuangan negara. Korupsi memiliki pengertian yang lebih luas, mencakup perilaku tidak jujur, penyalahgunaan wewenang, serta tindakan yang bertentangan dengan nilai moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya, melalui kegiatan ini para generasi muda yang diwakili oleh pelajar dapat memahami lebih dalam apa itu korupsi. Korupsi bukan hanya persoalan materi, tetapi juga berkaitan dengan sikap dan perilaku. Semua hal tersebut akan dibahas secara tuntas dalam kegiatan sosialisasi ini,” tambahnya.

Wawalkot Balgis menerangkan bahwa meskipun tidak seluruh pelajar dapat mengikuti kegiatan ini secara langsung, peserta yang hadir diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah masing-masing. Dengan demikian, nilai-nilai anti korupsi dapat tersampaikan lebih luas kepada seluruh pelajar di Kota Pekalongan.

“Para peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing dan menyampaikan kembali kepada teman-temannya tentang pentingnya menanamkan sikap jujur, bertanggung jawab, serta menjauhi segala bentuk praktik korupsi sejak dini,” terangnya.

Sementara itu, Plt Inspektur Kota Pekalongan, Slamet Mulyadi menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 9 Desember. Inspektorat Daerah Kota Pekalongan telah menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya korupsi.

“Inspektorat menyelenggarakan kegiatan ini untuk guru dan pelajar tingkat SMA/SMK/MA. Sebelum pelaksanaan kegiatan hari ini, kami telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut Harkodia 9 Desember 2025,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi sosialisasi anti korupsi kepada mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Gus Dur Pekalongan, pelaksanaan upacara peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, penerusan surat edaran terkait pemasangan spanduk kampanye anti korupsi di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan ruang publik di Kota Pekalongan, serta lainnya.

Dalam kegiatan sosialisasi ini, Inspektorat menghadirkan narasumber dari Kejaksaan yang menyampaikan materi bertema pencegahan korupsi sejak dini. Selain itu, turut hadir penyuluh aksi anti korupsi yang memberikan materi mengenai penanaman integritas diri sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda yang jujur dan beretika.

Peserta kegiatan terdiri dari perwakilan 20 sekolah tingkat SMA/SMK/MA, baik negeri maupun swasta di Kota Pekalongan, dengan masing-masing sekolah mengirimkan dua orang peserta. Diharapkan para peserta dapat menyebarluaskan informasi dan nilai-nilai anti korupsi yang diperoleh kepada seluruh warga sekolah.

Ia berharap dengan menumbuhkan nilai integritas, kejujuran, dan tanggung jawab, diharapkan akan lahir generasi penerus bangsa yang berkarakter kuat serta mampu berperan aktif dalam menciptakan kehidupan bermasyarakat dan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)