Details Foto


Dari Ruang Belajar ke Dunia Usaha, SKB Kota Pekalongan Gelar Pelatihan Barista Dorong Kesiapan Kerja Warga Belajar

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-12-16 ]

Dari Ruang Belajar ke Dunia Usaha, SKB Kota Pekalongan Gelar Pelatihan Barista Dorong Kesiapan Kerja Warga Belajar 

Kota Pekalongan – Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan keterampilan warga belajar melalui kegiatan Pelatihan Barista yang diselenggarakan selama masa liburan. Kegiatan ini diperuntukkan khusus bagi warga belajar program Kejar Paket, terutama Paket C, sebagai bagian dari program tahunan SKB Kota Pekalongan.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 15 hingga 17 Desember 2025, ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di dunia kerja maupun sebagai modal usaha mandiri.

Instruktur barista SKB Kota Pekalongan, Azis, saat ditemui pada kegiatan tersebut, Selasa (16/12/2025) di ruang kelas setempat, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mengisi waktu libur warga belajar dengan aktivitas yang produktif dan bernilai guna.

“Kegiatan di SKB ini memang kami arahkan untuk mengisi liburan warga belajar Kejar Paket, khususnya Paket C. Pelatihan barista ini merupakan bagian dari program tahunan SKB Kota Pekalongan,” katanya.

Ia melihat, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada penguasaan teknik meracik minuman, tetapi juga membuka wawasan peserta terhadap peluang kerja yang masih sangat luas di sektor barista dan industri kopi.

“Ke depannya, kami berharap murid-murid di SKB bisa memperoleh keterampilan di bidang barista. Di dunia kerja sendiri, kita melihat masih banyak peluang di sektor ini,” sambungnya.

Pelatihan barista ini diikuti oleh 15 peserta, sesuai dengan kuota yang ditetapkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara maksimal. Azis mengakui bahwa keterbatasan peralatan menjadi tantangan tersendiri, namun tidak mengurangi kualitas materi dan praktik yang diberikan.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi yang cukup beragam, mulai dari pengenalan dasar kopi hingga praktik pembuatan berbagai jenis minuman, antara lain classic coffee latte, espresso, cietnam drip, cocoa bliss, creamy matcha, hingga velvet taro. Seluruh materi disampaikan secara teori dan praktik langsung agar peserta benar-benar memahami proses pembuatan minuman secara profesional.

Tidak hanya berhenti pada keterampilan teknis, peserta juga dibekali dengan materi kewirausahaan. Mereka diajarkan bagaimana cara menjual produk hasil racikan sendiri, mulai dari pengemasan hingga strategi sederhana pemasaran.

“Output dari pelatihan ini, anak-anak juga diajarkan wirausahanya, bagaimana menjual produk yang mereka buat,” tandasnya.

Ia menambahkan bahwa pelatihan serupa sebelumnya telah beberapa kali digelar dan menunjukkan hasil yang positif. Sejumlah lulusan pelatihan barista SKB Kota Pekalongan bahkan sudah berhasil memulai usaha kecil-kecilan dengan berjualan minuman, berkat keterampilan yang diperoleh selama pelatihan.

“Sebelumnya sudah pernah digelar, dan lulusan pelatihan ada yang berhasil berjualan meski masih kecil-kecilan. Itu menjadi bukti bahwa pelatihan ini benar-benar bermanfaat,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, SKB Kota Pekalongan berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki mental mandiri dan berjiwa wirausaha.

“Harapannya ke depan, setelah lulus mereka tidak hanya bergantung pada pekerjaan orang lain, tetapi justru bisa membuka lapangan kerja,” tuturnya.

Salah satu peserta pelatihan, Ahmad Fachmi Fachrezy Aldian, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan barista ini memberikan pengalaman baru sekaligus membuka peluang untuk masa depan.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya. Selain menambah ilmu, saya jadi tahu cara membuat berbagai minuman kopi dan non-kopi yang sebelumnya belum pernah saya coba. Saya juga jadi tertarik untuk mencoba berjualan sendiri ke depannya,” bebernya.

Baginya suasana pelatihan yang praktik langsung membuat materi lebih mudah dipahami dan tidak membosankan.

“Belajarnya tidak hanya teori, tapi langsung praktik. Jadi lebih cepat paham dan seru,” tukasnya.

Dengan adanya pelatihan barista ini, SKB Kota Pekalongan terus berupaya menghadirkan pendidikan nonformal yang adaptif terhadap kebutuhan zaman, sekaligus menjadi wadah pengembangan potensi dan keterampilan bagi warga belajar agar mampu bersaing dan mandiri di masa depan.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)