Details Foto


Anugerah Inovasi Daerah Jadi Momentum Penguatan Pelayanan Publik Kota Pekalongan

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-12-16 ]

Anugerah Inovasi Daerah Jadi Momentum Penguatan Pelayanan Publik Kota Pekalongan

Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Penganugerahan Inovasi Daerah sebagai bentuk apresiasi sekaligus penguatan komitmen terhadap pengembangan inovasi di seluruh perangkat daerah, Senin (15/12/2025) di ruang Buketan, Kantor Sekretariat Daerah Kota Pekalongan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid menerangkan bahwa Pemerintah Kota Pekalongan telah menetapkan kebijakan agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, dan kelurahan minimal memiliki satu inovasi. Kebijakan ini merupakan bagian dari tindak lanjut atas capaian Kota Pekalongan dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025, di mana Kota Pekalongan berhasil meraih peringkat ke-7 secara nasional.

Menurut Wali Kota Aaf, inovasi yang dikembangkan harus selaras dengan program strategis nasional, mudah diakses, serta diupayakan tidak membebani masyarakat secara biaya. Selain itu, inovasi diharapkan mampu menjawab permasalahan yang terjadi di Kota Pekalongan sehingga memberikan nilai tambah dan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Inovasi itu yang penting sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan di Kota Pekalongan. Jika bisa tanpa biaya untuk masyarakat, itu menjadi nilai plus. Kami juga menekankan agar inovasi dikembangkan di sektor pendidikan, sekolah-sekolah, serta di setiap bidang pelayanan rumah sakit,” lanjutnya.

Ia berharap melalui Penganugerahan Inovasi Daerah ini, semangat berinovasi di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan semakin tumbuh dan berkembang, sehingga pada tahun 2026 Kota Pekalongan dapat meningkatkan peringkatnya di tingkat nasional.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pekalongan, Andrianto menyampaikan bahwa inovasi daerah di Kota Pekalongan telah dimulai sejak tahun 2019 dan terus mengalami perkembangan yang signifikan.

“Pada tahun 2020, Kota Pekalongan sempat mengalami penurunan dengan kategori kurang inovatif, di mana saat itu hanya tercatat satu inovasi. Namun, pada tahun 2021 Alhamdulillah meningkat menjadi empat inovasi dengan empat kategori inovatif,” ujarnya.

Perkembangan inovasi semakin menunjukkan tren positif pada tahun-tahun berikutnya. Tahun 2022 tercatat 22 inovasi dengan indeks inovasi sebesar 53,96, kemudian meningkat menjadi 27 inovasi pada tahun 2023. Lonjakan luar biasa terjadi pada tahun 2024 dengan 135 inovasi, yang mengantarkan Kota Pekalongan masuk kategori Kota Inovatif dan meraih peringkat ke-7 nasional.

Memasuki tahun 2025, dengan modal awal 211 inovasi, Kota Pekalongan kembali mencatatkan prestasi dengan menyandang predikat Kota Terinovatif. Dari total tersebut, terdapat dua inovasi unggulan, yakni inovasi digital SiJempol Rumah Sakit Bendan serta inovasi non-digital Kota Menawan.

“Total inovasi pada tahun 2025 mencapai 211 inovasi. Inovasi digital berjumlah 89 atau 42,2 persen, sedangkan inovasi non-digital sebanyak 122 atau 57,8 persen. Persaingan dalam Innovative Government Award semakin ketat, sehingga konsistensi dan kualitas inovasi menjadi kunci utama,” ucapnya.

Keberhasilan Kota Pekalongan dalam pengembangan inovasi daerah tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah Kota Pekalongan menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi, di antaranya Universitas Pekalongan dan Institut Widya Pratama, yang berkontribusi aktif dalam pendampingan dan pengembangan inovasi.

“Capaian ini merupakan hasil komitmen bersama dan kolaborasi OPD, unit kerja, sekolah, serta dukungan perguruan tinggi. Inovasi daerah tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor,” tambahnya.

Dalam Penganugerahan Inovasi Daerah ini, Pemerintah Kota Pekalongan memberikan apresiasi kepada berbagai kategori, antara lain OPD terinovatif, puskesmas terinovatif, kelurahan terinovatif, sekolah terinovatif, instansi paling aktif, serta ide inovasi terbaik.

Hingga saat ini tercatat 191 inovasi aktif, yang berasal dari berbagai unsur, antara lain kelurahan, ASN, CPNS, puskesmas, serta satuan pendidikan mulai dari TK, SD, hingga SMP. Selain itu, terdapat ratusan ide inovasi yang menunjukkan tingginya partisipasi dan antusiasme seluruh elemen dalam mendukung pengembangan inovasi daerah.

Melalui Penganugerahan Inovasi Daerah ini, Pemerintah Kota Pekalongan optimistis ekosistem inovasi akan semakin kuat dan berkelanjutan, sekaligus menjadi fondasi dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Adapun pemenang innovation award Kota Pekalongan antara lain 3 OPD terinovatif yaitu Dinas Kelautan dan Perikanan, RSUD Bendan dan Bapperida. Kategori Puskesmas terinovatif yakni Puskesmas Jenggot, kategori Kelurahan terinovatif yakni Kelurahan Bendan Kergon, kategori Sekolah terinovatif SMPN 8, SDN Bendan 8 dan SDN Kuripan Lor 02.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)