[ 2025-12-15 ]
Buka Kejuaraan Bulutangkis Wali Kota Cup 2025, Wali Kota Aaf Dorong Lahirnya Atlet Pelatnas dari Kota Pekalongan
Kota Pekalongan – Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf secara resmi membuka Kejuaraan Bulutangkis Wali Kota Cup Multi Karesidenan Tahun 2025 yang digelar di GOR Unggul Jaya Kota Pekalongan, Senin siang (15/12/2025). Kejuaraan kelompok usia ini menjadi ajang pembinaan sekaligus pemetaan kekuatan atlet bulutangkis muda, dengan harapan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi hingga level nasional dan internasional, bahkan menembus Pelatnas.
Usai membuka kejuaraan, Wali Kota Aaf menegaskan bahwa, Wali Kota Cup kelompok usia merupakan agenda rutin tahunan Pemerintah Kota Pekalongan bersama PBSI Kota Pekalongan. Namun, pada tahun 2025 ini, pelaksanaannya terasa semakin istimewa karena cakupan peserta yang jauh lebih luas serta antusiasme yang meningkat signifikan.
“Wali Kota Cup kelompok usia ini sudah rutin kita adakan setiap tahun. Tahun-tahun sebelumnya, pesertanya hanya melibatkan beberapa kota dan kabupaten saja, jumlahnya juga masih sangat sedikit. Nah, tahun ini kita perluas, khususnya untuk pembibitan kelompok usia mulai 9 tahun sampai 15 tahun, agar cakupannya lebih luas lagi di wilayah Jawa Tengah,” ujar Wali Kota Aaf.
Menurutnya, kejuaraan tahun ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, seperti Semarang, Jepara, Weleri, Banjarnegara, Kendal, dan daerah lainnya. Bahkan, jumlah peserta mencapai rekor tertinggi sepanjang penyelenggaraan, yakni sekitar 380 atlet muda.
“Pesertanya ini juga rekor, hampir 380 atlet. Antusiasmenya luar biasa. Bahkan, yang belum diterima pendaftarannya karena kuota sudah penuh itu masih banyak. Artinya, minat dan semangat pembinaan bulutangkis usia dini sangat tinggi,” imbuhnya.
Wali Kota Aaf menekankan pentingnya menghadirkan atlet-atlet dari luar daerah dalam kejuaraan ini. Ia menilai, hal tersebut menjadi sarana penting untuk mengukur kekuatan atlet-atlet Kota Pekalongan agar tidak merasa cepat puas hanya karena sering meraih juara di daerah sendiri.
“Untuk atlet Kota Pekalongan khususnya, kita ingin melihat peta kekuatan dengan mendatangkan peserta dari luar kota. Jangan sampai atlet kita sudah juara terus di kota sendiri lalu merasa sudah tidak ada lawan. Padahal, kita belum tahu kekuatan pemain-pemain kelompok usia di luar kota, termasuk metode latihan mereka,” jelasnya.
Dengan kompetisi yang lebih luas dan kompetitif, Wali Kota Aaf optimistis pembinaan bulutangkis di Kota Pekalongan akan semakin berkualitas. Ia berharap, melalui ajang ini akan lahir generasi atlet baru yang mampu berkiprah di level nasional hingga internasional.
“Melalui kompetisi yang lebih semarak dan berkualitas ini, kita ingin mengukur kekuatan sekaligus meningkatkan mental tanding atlet. Insyaallah, ke depan akan lahir lagi atlet-atlet yang masuk klub besar, masuk Pelatnas, dari Kota Pekalongan. Yang kemarin-kemarin juga sudah banyak yang tembus kejuaraan nasional, bahkan seri master nasional maupun internasional. Harapannya, generasi ke depan akan lebih banyak lagi atlet asli Kota Pekalongan yang masuk Pelatnas,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PBSI Kota Pekalongan, Lugman Wahyuning Hidayat, menjelaskan bahwa, Kejuaraan Bulutangkis Wali Kota Cup Multi Karesidenan plus Undangan Tahun 2025 diikuti oleh total 380 atlet. Para peserta berasal dari seluruh wilayah Karesidenan Pekalongan, serta sejumlah klub undangan dari luar daerah.
“Untuk kegiatan Kejuaraan Wali Kota Cup Multi Karesidenan plus Undangan ini diikuti oleh 380 atlet. Atlet-atlet tersebut berasal dari se-Karesidenan Pekalongan, serta klub-klub undangan dari luar kota seperti Semarang, Jepara, Weleri, Kendal, dan Banjarnegara,” terangnya.
Ia menambahkan, antusiasme klub-klub dari luar daerah sebenarnya masih sangat tinggi. Namun, karena keterbatasan kuota dan teknis penyelenggaraan, panitia harus membatasi jumlah peserta.
“Kalau melihat antusiasme dari klub-klub luar kota, sebenarnya masih banyak yang ingin ikut. Tapi karena kuota sementara masih terbatas, maka kita cukupkan pada 380 atlet yang sudah mendaftar,” jelas Lugman.
Adapun kelompok usia yang dipertandingkan dalam kejuaraan ini sangat lengkap, mulai dari usia paling dini hingga remaja, sehingga benar-benar menjadi ajang pembinaan berjenjang.
“Kelompok yang dipertandingkan mulai dari usia 0–9 tahun atau Pradini, kemudian Usia Dini, Anak-anak, Pemula, Remaja, hingga Taruna. Kategorinya meliputi Tunggal Putra dan Putri, Ganda Putra dan Putri, serta Ganda Campuran,” paparnya.
Untuk menambah semangat para atlet muda, panitia juga menyiapkan total hadiah yang cukup besar. Total hadiah yang diperebutkan kurang lebih Rp48 juta.
"Kejuaraan Bulutangkis Wali Kota Cup 2025 ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Kota Pekalongan sebagai salah satu daerah penghasil atlet bulutangkis potensial di Jawa Tengah,"pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)