[ 2025-12-11 ]
Respons Kilat dan Konsisten, Dishub Sabet Penghargaan Pengelolaan Pengaduan Publik 2025
Kota Pekalongan - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekalongan kembali berkomitmen kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tahun ini, Dishub resmi dinobatkan sebagai OPD Terbaik I dalam Anugerah Pengelolaan Pengaduan Publik 2025 tingkat Kota Pekalongan, sebuah pencapaian yang diraih berkat kecepatan, konsistensi, serta profesionalitas dalam menindaklanjuti setiap laporan warga.
Penghargaan tersebut bukan sekadar simbol prestasi, melainkan cerminan dari pola kerja Dishub yang selama ini dikenal cekatan dan responsif.
Setiap hari, Dishub menjadi salah satu perangkat daerah dengan trafik aduan tertinggi di Kota Pekalongan. Namun demikian, nyaris semua aduan mampu dirampungkan dalam waktu singkat dan sesuai standar pelayanan. Masyarakat pun merasakan langsung manfaatnya, terutama dalam aspek fasilitas penerangan jalan dan keselamatan lalu lintas.
Kepala Dishub Kota Pekalongan, Restu Hidayat, menegaskan bahwa, pelayanan cepat bukanlah jargon, tetapi kultur kerja yang dibangun dan dijalankan secara konsisten dari pagi hingga malam tanpa jeda.
“Setiap hari ada enam sampai sepuluh aduan masuk dari berbagai kanal seperti Ajib, Lapor Gub, grup bencana, sampai Lapor Sp4n,” jelasnya, Kamis (11/12/2025).
Restu menerangkan, mayoritas aduan berkaitan dengan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan lampu lalu lintas, dua layanan strategis yang sangat memengaruhi keamanan publik. Setiap laporan yang masuk langsung diverifikasi dengan pengecekan lapangan oleh tim. Dishub mengoperasikan dua tim kendaraan lapangan dengan pembagian shift pagi dan siang agar setiap laporan bisa segera ditangani.
“Kalau fasilitas tersedia, perbaikan langsung selesai dalam 24 jam. Jika fasilitas belum ada, kami selesaikan maksimal dua kali 24 jam sesuai SOP,” tegasnya.
Upaya masif tersebut menghasilkan kinerja yang membanggakan. Hampir seluruh wilayah Kota Pekalongan kini telah memiliki penerangan yang memadai. Restu menyebut, tingkat fungsionalitas PJU mencapai 99,9 persen dari total sekitar 10.609 titik, suatu capaian yang menunjukkan efektivitas manajemen Dishub dalam memastikan kota tetap terang dan aman.
“Alhamdulillah semuanya gratis dan masyarakat tidak pernah komplain,” ujarnya.
Menurut Restu, PJU adalah elemen vital untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Lampu jalan yang tidak berfungsi dapat meningkatkan risiko kecelakaan, memicu tindak kriminal, serta menimbulkan rasa tidak aman, terutama pada malam hari. Karena itu, Dishub menerapkan sistem respons cepat bahkan untuk laporan yang masuk tengah malam.
“Kami standby jam berapa pun karena ini juga berpengaruh pada roda perekonomian,” katanya menekankan.
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dishub memperkuat langkah antisipasi dengan melakukan koordinasi intensif bersama PLN untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil di seluruh kota, terutama pada area gereja yang akan menggelar rangkaian ibadah.
“Untuk titik gereja, PLN menambah daya agar listrik stabil dan tidak ada pemadaman selama kegiatan,” ungkapnya.
Selain itu, Dishub menyiapkan rekayasa lalu lintas serta peningkatan pengamanan di sejumlah titik keramaian selama malam pergantian tahun. Beberapa lokasi seperti Dupan, kawasan Mataram, serta Alun-alun Kota Pekalongan akan mendapat pengawasan khusus dari personel Dishub.
“Nanti kami sampaikan ruas-ruas mana saja yang dijaga anggota kami supaya masyarakat nyaman saat merayakan Tahun Baru,” tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)