Details Foto


Gerakan Pekarangan Produktif Makin Diminati, Dinperpa Upayakan Pemenuhan di Tengah Lonjakan Permintaan Bibit

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-12-10 ]

Gerakan Pekarangan Produktif Makin Diminati, Dinperpa Upayakan Pemenuhan di Tengah Lonjakan Permintaan Bibit

Kota Pekalongan – Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan terus mengakselerasi berbagai program peningkatan produktivitas pertanian. Upaya tersebut merupakan komitmen dari Pemerintah Kota Pekalongan agar setiap jengkal lahan, termasuk lahan pekarangan rumah, dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati menjelaskan bahwa keterbatasan lahan pertanian menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan daerah. “Dinperpa mendapatkan amanah Wali Kota untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian di Kota Pekalongan. Lahan pertanian dapat diperluas fungsinya melalui tanaman pangan, hortikultura, maupun pengembangan peternakan,” jelasnya.

Ia menyebut, produksi pangan lokal saat ini baru mampu mencukupi sekitar 15 persen kebutuhan masyarakat. Selebihnya, Kota Pekalongan masih bergantung pada pasokan bahan pangan dari daerah lain. Kondisi ini membuat pemerintah semakin serius mengajak masyarakat berpartisipasi.

“Awal tahun 2025 Alhamdulillah, Wali Kota sudah mengeluarkan surat edaran tentang pemanfaatan atau optimalisasi lahan pekarangan. Tujuannya agar pekarangan yang ada bisa dimanfaatkan untuk tanaman pangan sehingga ketahanan pangan keluarga dapat dipenuhi dari lingkungan sendiri,” tandasnya.

Ia menekankan bahwa meskipun komoditas seperti beras, bawang merah, bawang putih, dan minyak goreng masih harus didatangkan dari luar daerah, masyarakat tetap dapat berperan dalam memenuhi sebagian kebutuhan pangan melalui budidaya tanaman produktif di halaman rumah.

Program pemanfaatan pekarangan ini mendapat respons positif dari berbagai pihak. Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti BKPSDM, Dinas Kesehatan, DKP, Bapperida, hingga BPKAD telah mengajukan permohonan bantuan bibit dan sarana prasarana tanam kepada Dinperpa.

"Alhamdulillah hampir setiap bulan ada permohonan dari kelurahan, kelompok masyarakat, hingga OPD. Mereka meminta bantuan bibit tanaman dan media tanam untuk digunakan di lingkungan sekitar,” imbuhnya.

Tidak hanya dari OPD, lembaga pendidikan seperti SD dan PAUD pun ikut terlibat dengan meminta bantuan bibit untuk kegiatan bercocok tanam. Namun tingginya permintaan ini belum sepenuhnya dapat dipenuhi karena keterbatasan anggaran dan sumber daya.

“Kami juga kewalahan karena permintaan sangat banyak, sementara anggaran terbatas. Tetapi kami akan terus berusaha dengan SDM yang ada untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.

Sebagai upaya memenuhi kebutuhan bibit, Dinperpa tidak hanya membeli dari penyedia lokal tetapi juga menghasilkan bibit sendiri melalui teknik kultur jaringan. Teknologi ini memungkinkan pengembangan bibit unggul dari bagian tubuh tanaman sehingga lebih cepat produktif dan berkualitas.

“Ada beberapa bibit tanaman yang kami kembangkan lewat kultur jaringan. Kami memiliki bangunan khusus kultur jaringan untuk memperbanyak tanaman dari organ tubuhnya, kemudian diaplikasikan ke lingkungan sekitar,” tandasnya.

Beberapa jenis tanaman yang telah berhasil dikembangkan melalui kultur jaringan antara lain pisang sobo, pisang hijau, nanas, anggrek, tanaman abonema, bunga hias, jeruk, alpukat, hingga kiwi. Selain itu, pihaknya juga melakukan penyemaian benih untuk menghasilkan bibit tanaman serta tetap melakukan pengadaan dari penyedia lokal jika diperlukan.

Lili mengimbau masyarakat untuk bersama-sama memanfaatkan lahan sempit yang dimiliki agar menjadi lahan produktif.

“Kami mengajak masyarakat Kota Pekalongan untuk memanfaatkan lahan pekarangan yang ada. Dengan menanam tanaman pangan atau hortikultura, ketahanan pangan keluarga dapat dipenuhi dari pekarangan sendiri,” pungkasnya.

Ia optimistis, apabila seluruh elemen masyarakat berpartisipasi, kemandirian pangan Kota Pekalongan dapat meningkat secara bertahap meskipun keterbatasan lahan masih menjadi tantangan.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)