[ 2025-12-10 ]
Pantauan Jelang Nataru: Harga Cabai Berfluktuasi, Barang Beredar Aman, dan Pasokan Pangan Terjaga
Kota Pekalongan – Menyambut perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan bersama tim pemantauan harga, ketersediaan stok, dan pengawasan barang beredar melaksanakan serangkaian kegiatan pemantauan intensif pada 1–4 Desember 2025.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Fitria Yuliani Kartika saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/12/2025). Dalam pemantauan rutin jelang hari besar keagamaan nasional ini, tim fokus meninjau harga kebutuhan pokok, ketersediaan barang, jumlah dan asal pasokan, hingga kondisi fisik komoditas yang dijual di pasar. Pemeriksaan mencakup kelayakan kemasan, tanggal kedaluwarsa, serta izin edar sebagai bentuk upaya perlindungan konsumen.
Berdasarkan hasil peninjauan, ia mengungkapkan sejumlah komoditas mengalami perubahan harga, terutama kelompok cabai yang dikenal rentan fluktuasi. Fitria merinci harga cabai merah keriting tercatat stabil di harga Rp55.000/kg, sama seperti bulan November, cabai merah besar mengalami penurunan dari Rp51.000/kg menjadi Rp45.000/kg, cabai rawit merah naik signifikan, dari Rp30.000/kg pada November menjadi Rp51.000/kg, cabai rawit hijau meningkat dari Rp21.000/kg menjadi Rp34.000/kg.
Sementara itu, untuk harga sayur-mayur lain dikatakan Fitria relatif stabil. Ia menuturkan bahwa penurunan pasokan cabai menjadi penyebab utama kenaikan harga. “Cabai ini termasuk komoditas volatile food atau sangat dipengaruhi cuaca. Daerah pemasok mengalami penurunan hasil panen sehingga pasokan ke Kota Pekalongan sedikit berkurang,” tuturnya.
Secara umum, ketersediaan barang kebutuhan pokok di Kota Pekalongan masih terpantau aman dan mencukupi. Meski demikian, pedagang mulai menyesuaikan jumlah kulakan akibat kenaikan harga cabai. “Tidak ada keluhan dari masyarakat selama pemantauan. Hanya saja untuk komoditas cabai, ketika harga naik, pedagang mengurangi stok, dan masyarakat juga menyesuaikan jumlah pembelian,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa belum lama ini pihaknya telah Dinas Perdagangan sebelumnya juga menggelar Program Subsidi Pangan pada November 2025, menghadirkan sejumlah komoditas dengan harga lebih rendah dari harga pasar. Langkah ini dinilai efektif membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga menjelang momentum akhir tahun.
Selain itu, pemantauan harga dilakukan setiap hari di tiga pasar utama, yaitu Pasar Banyurip, Pasar Grogolan dan Pasar Banjarsari, untuk memastikan informasi harga, stok, serta pasokan tetap terkendali dan terkini.
Fitria berharap program yang telah berjalan baik selama 2025 dapat kembali dilaksanakan pada tahun berikutnya. “Harapan kami, tahun depan kami bisa kembali menyelenggarakan program subsidi pangan dan terus melakukan pemantauan harga secara intensif," sambungnya.
Dengan langkah antisipatif dan koordinasi lintas sektor ini, Pemerintah Kota Pekalongan berkomitmen menjaga stabilitas pangan dan memberikan rasa tenang bagi masyarakat dalam menyambut akhir tahun.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)