[ 2025-12-10 ]
Dinkominfo Himpun Masukan Transformasi Digital, Kota Pekalongan Mantapkan Fondasi Menuju Smart City
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) setempat terus memantapkan langkah menuju terwujudnya Smart City yang terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Digital Transformation Feedback Forum yang digelar di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Selasa (09/12/2025).
Forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari akademisi, praktisi teknologi informasi, hingga perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memberikan masukan strategis terkait arah transformasi digital daerah.
Kepala Dinkominfo Kota Pekalongan, Arif Karyadi, menyampaikan bahwa, forum ini merupakan langkah penting dalam meletakkan pondasi kuat pembangunan Smart City. Menurutnya, perjalanan menuju Kota Cerdas (Smart City) tidak dapat berjalan sendiri, melainkan memerlukan kolaborasi berbagai pihak agar kebijakan dan langkah implementasi dapat saling mendukung.
“Forum kali ini kan harapannya dalam rangka membangun Smart City di Kota Pekalongan, kita butuh saran, masukan, dan ke depannya tidak hanya sendiri, tapi kita butuh kolaborasi dari berbagai elemen,” ujar Arif.
Ia menegaskan bahwa, masukan yang dihimpun tersebut akan disusun menjadi rekomendasi atau acuan dalam pelaksanaan Smart City Kota Pekalongan ke depan.
Arif menyebut, forum ini melibatkan sejumlah pemateri dari lintas institusi pendidikan dan dewan teknologi, di antaranya Rektor UIN Gusdur Pekalongan, perwakilan akademisi, OPD, serta Dewan TIK Kota Pekalongan. Kehadiran para pakar tersebut diharapkan dapat memperkaya analisis dan perspektif terkait tantangan serta peluang transformasi digital daerah.
“Harapan kami, kita menyatukan visi, menyamakan visi, menyamakan persepsi terkait pembangunan Smart City ini. Karena tidak mungkin hanya Dinas Kominfo yang membangun seluruh Kota Pekalongan terkait Smart City, tetapi kita bersama-sama,” lanjut Arif.
Ia menjelaskan bahwa, saat ini Kota Pekalongan masih berada pada tahap pembangunan fondasi, yang difokuskan pada penyusunan dasar hukum serta regulasi pendukung.
“Ke depan, Insyaallah kita akan mulai dengan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan terkait sarpras dan lain sebagainya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Aplikasi dan Persandian Dinkominfo Kota Pekalongan, Kusuma Adi Achmad, atau yang akrab disapa Kadia, menambahkan bahwa, forum ini berfokus pada kebutuhan feedback dari perspektif eksternal, baik akademisi, komunitas maupun praktisi TI. Menurutnya, sejumlah hal strategis perlu diperhatikan dalam membangun layanan digital pemerintah yang handal.
“Feedback forum ini lebih kepada masukan dari perspektif akademisi, komunitas, maupun praktisi. Kita butuh feedback dari eksternal, terutama terkait layanan digital terpadu, implementasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) dan perlindungan data pribadi,” ujarnya.
Kadia menekankan bahwa, sebagai data controller maupun data processor, pemerintah harus patuh terhadap regulasi Perlindungan Data Pribadi (PDP), sehingga keamanan data menjadi prioritas mutlak.
Ia menjelaskan pentingnya penerapan prinsip security by default, security by design, serta privacy by design and default dalam pengembangan aplikasi pemerintah. Selain itu, aspek keamanan infrastruktur dan manajemen data juga harus diperkuat. Untuk itu, Dinkominfo telah mulai menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) dengan standar internasional ISO/IEC 27001:2022.
“Harapannya mulai tahun depan, SMKI dapat diterapkan di semua OPD,” jelasnya.
Lebih jauh, Kadia menuturkan bahwa, optimalisasi layanan digital dapat dicapai dengan mengadopsi teknologi terdepan atau emerging technology, seperti kecerdasan buatan (AI), machine learning, data mining, hingga Internet of Things (IoT). Teknologi tersebut diyakini mampu meningkatkan efisiensi layanan publik serta mempercepat proses administrasi pemerintahan.
Melalui forum ini, Kadia berharap, fondasi pembangunan Smart City semakin kokoh, terarah, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat modern.
"Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci keberhasilan transformasi digital, sehingga seluruh pihak diharapkan dapat ikut berperan dalam perjalanan menuju Kota Pekalongan sebagai kota cerdas yang inklusif, aman, dan berkelanjutan,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)