[ 2025-12-08 ]
BPJS Ketenagakerjaan Dorong Optimalisasi Akuisisi Melalui Agen Perisai
Kota Pekalongan — BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan mendorong optimalisasi akuisisi peserta, khususnya pekerja Bukan Penerima Upah (BPU), melalui penguatan peran agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai). Hal itu disampaikan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pekalongan, Widhi Asti Aprillia Nia, usai menggelar Media Gathering bersama para awak media di Aula Kantor BPJS Ketenagakerjaan, Jumat siang (05/12/2025).
Widhi menjelaskan bahwa, capaian akuisisi di wilayah Pekalongan masih belum maksimal karena minimnya keterlibatan agen Perisai yang memiliki jaringan kuat di tengah masyarakat. Ia menilai, relasi sosial para agen menjadi kunci penting dalam perluasan kepesertaan.
“Kami butuh Perisai, agen-agen Perisai yang punya akses langsung ke komunitas seperti ketua nelayan, kelompok ojek, atau paguyuban becak. Kalau masuk lewat mereka, akuisisinya bisa besar, bukan sedikit-sedikit,” ujarnya.
Menurutnya, akuisisi dalam jumlah besar akan berdampak langsung pada peningkatan fee operasional yang diterima agen Perisai. Fee tersebut kini diberikan dalam bentuk nominal rupiah, berbeda dengan sebelumnya yang menggunakan persentase iuran.
“Ketika agen berhasil mengakuisisi, kemudian pekerjanya rutin membayar iuran, fee-nya akan terus berjalan. Waktu Saya berdinas di Gorontalo, ada agen Perisai yang fee-nya sampai di atas Rp10 juta,” ungkap Widhi.
Saat ini, kata dia, jumlah agen produktif di Pekalongan masih terbatas.
“Yang akuisisinya bagus itu baru dua agen,” terangnya.
Meski begitu, potensi pengembangan dinilai masih sangat besar. Tingkat Universal Coverage Jaminan Sosial (UCJ) Pekalongan disebut masih rendah, sehingga ruang untuk menggaet peserta baru masih terbuka lebar. Widhi mendorong para calon agen maupun mitra untuk mulai menyasar kelompok tani, gapoktan, hingga komunitas lain yang belum tersentuh.
“Potensi BPU kita luas. Teman-teman bisa masuk ke petani, lihat siapa ketuanya, lalu tawarkan kepesertaan. Akuisisi pertama akan kami dampingi, selanjutnya bisa berjalan mandiri,” jelasnya.
Di akhir penjelasan, Widhi bahkan membuka peluang bagi para wartawan untuk turut menjadi agen Perisai.
"Sekalian mengumpulkan berita, sekalian jadi agen juga boleh,” pungkasnya sambil tersenyum.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)