[ 2025-11-28 ]
Dari Agroekoteknologi hingga Tata Busana, Peserta MagangHub Siap Berkarya di Rutan Pekalongan
Kota Pekalongan — Program MagangHub kembali membuka ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pemberdayaan warga binaan. Sebanyak 6 dari 28 peserta resmi mulai mengikuti kegiatan pemagangan di bawah Subsi Bimbingan Kegiatan (Bimgiat) Rutan Kelas IIA Pekalongan, Kamis (27/11/2025).
Para peserta yang diterjunkan memiliki latar belakang pendidikan yang beragam, yakni 4 lulusan S1 Agroekoteknologi, 1 lulusan S1 Kelautan, dan 1 lulusan S1 Tata Busana, sehingga mampu memperkaya perspektif dan inovasi dalam kegiatan pembinaan kemandirian di rutan.
Kegiatan pemagangan tersebut diawali dengan pengenalan seluruh program pembinaan kemandirian yang selama ini berjalan di Rutan Pekalongan. Para peserta magang mengikuti orientasi terkait ragam unit produktif, mulai dari budidaya perikanan, peternakan, pengolahan lahan pertanian, perawatan tanaman hingga masa panen, hingga pengenalan unit usaha binaan seperti menjahit, laundry, barbershop, dan pembuatan handycraft.
Mereka akan terlibat langsung dalam proses kegiatan harian sehingga dapat memahami mekanisme pembinaan sekaligus memberikan masukan teknis sesuai kompetensi masing-masing.
Kasubsi Bimbingan Kegiatan, Eko Kurniawan, bersama para staf turun langsung mendampingi peserta magang sejak hari pertama. Ia menjelaskan bahwa, kolaborasi antara Rutan Pekalongan dan MagangHub menjadi peluang besar untuk menghadirkan pembaruan dalam program pembinaan. Dengan latar belakang pendidikan yang beragam, peserta magang dinilai memiliki potensi memberikan pendekatan baru yang lebih kreatif dan aplikatif.
“Para peserta magang ini datang dengan latar belakang ilmu yang kuat. Kami berharap mereka dapat mengaplikasikan ilmunya dan memberi dampak positif bagi kegiatan pembinaan di Rutan,” ujar Eko.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa dan lulusan baru tidak hanya memberikan manfaat bagi warga binaan, tetapi juga menjadi pengalaman pembelajaran nyata bagi peserta untuk memahami dunia kerja, manajemen kegiatan, serta pengelolaan program berbasis pemberdayaan masyarakat.
Lebih jauh, Eko menambahkan bahwa, pembinaan kemandirian merupakan salah satu fokus utama Rutan Pekalongan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat setelah bebas nanti. Oleh karena itu, inovasi, semangat baru, dan energi positif dari para peserta magang sangat diperlukan untuk memperkuat keberlanjutan program.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap kegiatan pembinaan tidak hanya berjalan, tetapi juga berkembang. Keterlibatan mereka memungkinkan adanya ide-ide baru yang mungkin sebelumnya belum terpikirkan,” tuturnya.
Keterlibatan peserta dengan disiplin ilmu yang berbeda ini juga menjadi nilai tambah dalam proses pemagangan. Lulusan agroekoteknologi misalnya, dapat memberikan analisis lebih mendalam mengenai teknik pertanian berkelanjutan atau pengolahan media tanam. Lulusan kelautan berpeluang memberikan peningkatan pada sistem budidaya ikan, sementara lulusan tata busana dapat mengembangkan desain produk jahit yang lebih variatif untuk meningkatkan nilai jual karya warga binaan.
Program MagangHub di Rutan Pekalongan diharapkan dapat menjadi ruang belajar aplikatif dua arah peserta mendapat pengalaman kerja nyata, sementara Rutan memperoleh dukungan keilmuan yang dapat memperkuat kegiatan pembinaan. "Dengan semangat kolaborasi ini, diharapkan warga binaan semakin siap menghadapi dunia kerja maupun berwirausaha setelah selesai menjalani masa hukuman,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)