[ 2025-11-28 ]
PBN 2025 Jadi Magnet Nasional, Kemenkop Sebut Kota Pekalongan Layak Jadi Jantung Industri Garmen
Kota Pekalongan - Pekan Batik Nusantara (PBN) 2025 yang resmi dibuka di Kawasan Budaya Jetayu Kota Pekalongan menjadi perhatian nasional. Tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni dan budaya batik, PBN tahun ini juga dinilai memiliki daya tarik ekonomi yang kuat hingga membuat Kementerian Koperasi dan UKM RI menyebut Pekalongan sebagai kota yang sangat layak menjadi pusat konsolidasi industri garmen dan ekonomi kreatif Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Deputi Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi RI, Destry Anna Sari, usai membuka PBN 2025, berlangsung di Kawasan Budaya Jetayu Kota Pekalongan, Kamis malam (27/11/2025).
Menurutnya, Pekan Batik Nusantara sudah berkembang menjadi magnet nasional yang memiliki potensi untuk menjadi paket event budaya terbesar di Indonesia.
“Pekan Batik Nusantara ini sudah menjadi agenda tahunan yang sangat bagus. Kalau ini dikonsolidasikan menjadi paket nasional dan dibawa keliling Indonesia, luar biasa. Festival batiknya harus duluan, karena dari satu Pekalongan saja kita sudah bisa melihat potensi nasional,” ujar Destry.
Destry melihat bahwa Kota Pekalongan memiliki ekosistem ekonomi kreatif yang komplet, mulai dari sumber daya manusia kreatif, industri batik yang kuat, hingga bahan baku seperti pewarna alam yang sangat kaya. Menurutnya, jika kapasitas ini dikonsolidasikan dalam sistem yang terstruktur, maka Kota Pekalongan bukan hanya menjadi Kota Batik, tetapi juga jantung industri garmen nasional.
“Di sini ekonomi kreatifnya ada, bahan baku bisa dikonsolidasikan, pewarna alamnya luar biasa. Kalau ini dikelola bersama, tidak berjalan sendiri-sendiri, maka secara nasional nanti mudah diakses. Koperasi bisa berperan besar di skala ekonominya,” jelasnya.
Destry juga menilai, keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai peluang besar untuk membangun rantai pasok kreatif yang lebih kuat. Dengan koperasi sebagai pengonsolidasi, pemasaran produk UMKM akan lebih mudah masuk ke pasar lokal, nasional, bahkan internasional.
Ia menegaskan, kegiatan besar seperti PBN membuktikan bahwa pengembangan ekonomi kreatif tidak selalu harus mengandalkan APBD.
"Acara ini tidak menggunakan APBD, tapi didukung APBN dari Kementerian UMKM serta bantuan dari BUMN dan BUMD. Ini bukti bahwa jika pemimpin daerah punya visi kuat, ekosistem bisa bergerak tanpa bergantung penuh pada anggaran daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Destry mendorong agar PBN dikembangkan menjadi event kolaboratif lintas sektor, termasuk dipadukan dengan festival musik dan UMKM nasional yang diinisiasi Kementerian UMKM.
“Nanti bisa dikawinkan dengan festival Kopling, Koplo Keliling. Ada satu festival musik dan satu festival batik yang keliling Nusantara. Pasarnya akan jauh lebih luas,” tambahnya.
Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf, mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh Pemerintah Pusat, terutama setelah berbagai kegiatan seremonial Kota Pekalongan harus dihentikan akibat pascaaksi anarkis oleh sejumlah oknum pada 30 Agustus 2025 lalu.
“Setelah kejadian tersebut, semua kegiatan seremonial kita hapus demi recovery. Alhamdulillah melalui komunikasi dengan Kementerian UMKM dan Kementerian Koperasi, kita dapat dukungan penuh untuk tetap melaksanakan PBN. Ini luar biasa,” ujarnya.
Wali Kota Aaf juga menyampaikan bahwa, pada pembukaan PBN tahun ini dilakukan launching Koperasi Merah Putih yang telah dikembangkan di sejumlah kelurahan.
“Ada beberapa kelurahan yang sudah siap dan beberapa yang masih proses. Kita sudah diberi fasilitas, jadi harus all out. Ini langkah penting untuk memperkuat ekonomi rakyat,” terangnya.
Wali Kota Aaf mengajak seluruh masyarakat Kota Pekalongan dan sekitarnya untuk hadir meramaikan PBN 2025 yang digelar mulai 27 November hingga 1 Desember 2025 di Kawasan Budaya Jetayu.
Ia menilai, PBN tidak hanya menampilkan pameran batik terbaik dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga menyediakan berbagai layanan publik yang memudahkan warga.
"Banyak yang menarik. Ada pameran batik, kuliner, pelayanan Samsat, pelayanan Imigrasi, semua ada di sini. Sekalian refreshing, ajak keluarga, teman, sahabat, atau pasangan untuk jalan-jalan di Pekan Batik Nusantara,” ajaknya.
Dengan antusiasme masyarakat, dukungan pemerintah pusat, dan semangat pelaku UMKM, ia optimistis, bahwa PBN 2025 diyakini akan semakin memperkuat posisi Kota Pekalongan sebagai Kota Kreatif berbasis batik yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Salah satu pengunjung asal Kelurahan Panjang Wetan, Rahayu (34), mengaku kagum dengan penyelenggaraan PBN tahun ini. Menurutnya, konsep penataan area, stan UMKM, hingga hiburan terasa lebih modern dan nyaman.
"Tahun ini PBN terasa lebih hidup. Stan batiknya banyak yang baru, motif-motifnya inovatif dan harganya terjangkau. Tempatnya nyaman untuk keluarga, anak-anak juga betah. Setiap tahun Saya datang, tapi kali ini paling ramai dan tertata,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)