Details Foto


Pemkot Pekalongan dan BTN Teken PKS, Wali Kota Aaf Dorong Akses Perumahan dan UMKM

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-11-28 ]

Pemkot Pekalongan dan BTN Teken PKS, Wali Kota Aaf Dorong Akses Perumahan dan UMKM

Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan resmi menjalin kerja sama strategis dengan Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Pekalongan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kerja Sama Bisnis (KSB) yang berlangsung di Resto Grand Keisha Kota Pekalongan, Kamis siang (27/11/2025).

Penandatanganan tersebut menjadi langkah penting pemerintah daerah dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi ASN dan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf, mengapresiasi terjalinnya sinergi ini dan menyebut bahwa, potensi kolaborasi antara pemerintah dengan perbankan nasional, khususnya BTN, sangat besar. Menurutnya, meski penempatan anggaran pemerintah daerah memiliki keterbatasan aturan dari Provinsi, Pemkot tetap berupaya menjalin kerja sama yang memberi dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Ini sebetulnya potensinya banyak sekali ya. Memang kalau dengan perbankan lain untuk penempatan anggaran pemerintah kota kita dibatasi aturan gubernur. Tapi kita sebenarnya ingin kerja sama dengan pihak lain juga, terutama bank BUMN atau Himbara. Dengan BTN ini, potensinya banyak, baik untuk BUMD, kredit rumah bagi ASN, termasuk Korpri yang selama ini membangun perumahan,” jelas Wali Kota Aaf.

Ia menambahkan, BTN juga membuka peluang pembiayaan untuk sektor UMKM. Pemkot akan memaksimalkan koordinasi melalui Dekranasda dan pelaku UMKM, terlebih bertepatan dengan pembukaan Pekan Batik Nusantara Tahun 2025 yang berlangsung di Kawasan Budaya Jetayu Kota Pekalongan mulai 27 November-1 Desember 2025. Menurutnya, kerja sama ini harus memberikan manfaat ekonomi nyata baik untuk pemerintah, ASN, maupun masyarakat umum.

“Harapannya saling menguntungkan dari kedua belah pihak. Tadi sudah ada penyerahan simbolis kredit rumah untuk ASN, dan penyaluran KUR untuk warga. Ini bentuk nyata komitmen bersama,” imbuhnya.

Kepala Kantor Wilayah BTN Jawa Tengah – DI Yogyakarta, Fitri Novianti Ratna Kusuma, menyampaikan bahwa, pihaknya siap memperkuat layanan perbankan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat Kota Pekalongan.

"BTN bersinergi dengan Pemkot Pekalongan. Banyak hal yang bisa dilakukan, mulai dari pemberian kredit perumahan, kredit UMKM, hingga program-program lain untuk BUMD dan pengelolaan operasional Pemkot,” terangnya.

Fitri mengungkapkan bahwa, hingga tahun 2025, BTN Kanwil Jateng–DIY telah menyalurkan sekitar 13.000 unit KPR subsidi, sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional 3 juta rumah. BTN menyediakan bunga KPR subsidi 5%, yang berlaku seragam di seluruh Indonesia, sehingga memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah layak huni.

Ditambahkan Branch Manager BTN Cabang Pekalongan, Aryo Danar Dono, mengungkapkan bahwa, kerja sama dengan Pemkot Pekalongan membuka ruang lebih luas bagi BTN untuk memberikan layanan yang terintegrasi di berbagai sektor.

“Kita sudah minta izin Pak Wali Kota bahwa BTN akan masuk ke dinas-dinas, BUMD, dan BLUD. Tujuannya agar mereka mendapatkan manfaat maksimal dari layanan perbankan BTN,” papar Aryo.

Ia menjelaskan, berbagai layanan yang ditawarkan BTN antara lain pengelolaan keuangan daerah, pembayaran PBB, pajak kendaraan, dan PDAM, layanan kredit perumahan dan KUR untuk masyarakat.

Lanjutnya, selain itu, BTN Pekalongan juga telah menyalurkan 1.200 unit KPR subsidi, dan menargetkan peningkatan menjadi 1.500 unit hingga Desember 2025.

"Untuk masyarakat berpenghasilan menengah, BTN juga menghadirkan pembiayaan Kredit Pembiayaan Perumahan (KPR) hingga harga rumah Rp500 juta dengan bunga sekitar 5% dan tenor maksimal 20 tahun,"terangnya.

Di sektor UMKM, BTN menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga sekitar 6%, tenor hingga 5 tahun, dan plafon pembiayaan sampai Rp500 juta. Menurut Aryo, seluruh jenis usaha dapat mengakses fasilitas ini, selama memenuhi persyaratan dasar yang berlaku.

“Proses pengajuannya simpel sekali. Masyarakat tinggal datang ke BTN, kita siap bantu dan layani,” tegasnya.

Pihaknya berharap, kerja sama antara Pemkot Pekalongan dan BTN bisa menjadi motor penggerak peningkatan akses perumahan, terutama bagi ASN, pegawai BUMD, dan masyarakat berpenghasilan rendah. Di saat yang sama, fasilitas pembiayaan UMKM melalui KUR menjadi angin segar bagi pelaku usaha yang membutuhkan suntikan modal demi peningkatan produktivitas.

"Dengan sinergi yang semakin erat, kami optimistis bahwa kolaborasi ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai lapisan," pungkasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)