[ 2025-11-27 ]
Hari Guru 2025, Siswa-Siswi SMP Negeri 7 Kota Pekalongan Apresiasi Guru Lewat Surat Cinta
Kota Pekalongan – Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional Tahun 2025, SMP Negeri 7 Kota Pekalongan menggelar perayaan penuh makna yang menghadirkan momen haru dan kebersamaan. Selain upacara istimewa yang seluruh petugasnya adalah para guru, sekolah juga memfasilitasi bentuk apresiasi unik dari siswa kepada guru melalui “surat cinta”, sebagai ungkapan terima kasih, penghormatan, dan kepedulian, berlangsung di Halaman SMP Negeri 7 Kota Pekalongan, Selasa (25/11/2025).
Kepala SMP Negeri 7 Kota Pekalongan, Andari, menjelaskan bahwa, upacara peringatan Hari Guru tahun ini terasa spesial karena seluruh rangkaian prosesi dipimpin langsung oleh para guru. Selain itu, momen peringatan ini juga dirangkaikan dengan acara perpisahan salah satu guru senior, Bapak Pujo Hadi Purnomo, yang memasuki purna tugas.
“Ya, jadi hari ini istimewa. Upacara Peringatan Hari Guru tahun ini dilaksanakan seperti biasa, tetapi semua petugasnya adalah Bapak-Ibu Guru. Setelah itu dilanjutkan perpisahan dengan Bapak Pujo yang purna tugas, kemudian pemberian surat cinta dari siswa-siswi kepada guru sebagai ucapan terima kasih,” ujar Andari.
Tahun-tahun sebelumnya, menurut Andari, siswa masih kerap memberikan bingkisan atau kado pada Hari Guru, meski sekolah telah mengimbau agar hal tersebut tidak dilakukan. Tahun ini imbauan serupa kembali diperkuat oleh PGRI, termasuk larangan pemberian hadiah dalam bentuk apa pun.
Untuk tetap memfasilitasi ekspresi rasa hormat siswa terhadap guru, pihak sekolah mengalihkannya menjadi kegiatan menulis surat cinta. Kegiatan ini selain lebih bermakna, juga bertujuan meningkatkan kemampuan literasi siswa.
“Biasanya tahun-tahun sebelumnya kami himbau untuk tidak memberikan apapun, tapi anak-anak tetap memberi. Tahun ini ada himbauan dari PGRI, jadi kami alihkan untuk memberikan surat cinta. Anak-anak membuat surat di rumah, hari ini bertepatan dengan Hari Guru diberikan kepada gurunya. Bisa satu guru, dua guru, terserah siswa,” jelasnya.
Dikatakan Andari, tidak ada ketentuan jumlah surat yang harus ditulis. Siswa bebas menentukan kepada siapa surat tersebut diberikan baik kepada guru mata pelajaran, guru favorit, atau wali kelas. Bahkan jenis kertas dan gaya penyampaian pun dibebaskan selama menggunakan bahasa yang sopan dan ditulis tangan.
“Bahasanya sopan, tulisannya rapi, dan harus ditulis tangan. Alhamdulillah anak-anak antusias, banyak yang membuat surat lebih dari satu untuk guru favorit mereka,” tambahnya.
Surat cinta diberikan pada akhir rangkaian acara, tepatnya saat sesi salam-salaman di mana para siswa berbaris untuk memberikan ucapan selamat Hari Guru kepada para pendidik. Saat itulah siswa menyelipkan atau menyerahkan langsung surat cinta kepada guru pilihan mereka.
Suasana haru dan hangat tampak ketika siswa saling bergantian menghampiri guru, menyampaikan terima kasih, dan menyerahkan surat yang mereka tulis dengan hati-hati.
Andari berharap, momentum Hari Guru tahun ini semakin mempererat hubungan emosional antara guru dan siswa, sekaligus menjadi pengingat akan tugas mulia yang terus diemban oleh para pendidik.
“Harapan kami sebagai guru, ya semoga kami selalu diberi kesehatan sehingga bisa melayani siswa dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Salah satu siswa SMP N 7 Kota Pekalongan, M. Ibnu Bassil Lazuardi, mengaku senang dengan konsep apresiasi melalui surat cinta ini. Ia merasa lebih mudah mengungkapkan rasa terima kasih kepada guru lewat tulisan.
“Biasanya Saya malu kalau harus ngomong langsung ke guru. Dengan surat cinta ini, Saya bisa menuliskan apa yang selama ini ingin Saya sampaikan. Saya kasih surat untuk dua guru favorit Saya. Semoga mereka senang dan tahu kalau saya sangat menghargai cara mereka mengajar,” tukas Ibnu dengan penuh semangat.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)