Details Foto


Tutup Pasar Rakyat UMi 2025, Wali Kota Apresiasi PIP dan Harapkan UMKM Tumbuh Pesat

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-11-25 ]

Tutup Pasar Rakyat UMi 2025, Wali Kota Apresiasi PIP dan Harapkan UMKM Tumbuh Pesat

Kota Pekalongan – Gelaran Pasar Rakyat Ultra Mikro (UMi) 2025 yang berlangsung selama tiga hari di Lapangan Mataram Kota Pekalongan resmi ditutup pada Minggu (23/11/2025). Penutupan dilakukan langsung oleh Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid (Aaf), yang sekaligus memberikan apresiasi tinggi kepada Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara yang dinilai sukses menggerakkan ekonomi pelaku UMKM lokal tersebut.

Dalam sambutannya, Wali Kota Aaf menekankan bahwa, Pasar Rakyat UMi tahun ini menghadirkan banyak terobosan baru yang belum pernah ada pada penyelenggaraan sebelumnya di Kota Pekalongan. Salah satunya adalah pemberian uang saku dan voucher kepada peserta maupun pengunjung tertentu selama acara berlangsung.

“Pasar Rakyat UMi kali ini benar-benar luar biasa. Ada uang saku, ada voucher, ini baru pertama kali terjadi selama penyelenggaraan di Kota Pekalongan. Stand panggungnya pun sangat megah dan menarik. Saya berharap tahun depan bisa ada lagi, bahkan kalau bisa digelar dua sampai tiga kali dalam setahun. Semoga membawa berkah untuk semua,” ujar Wali Kota Aaf.

Ia turut mengapresiasi jajaran PIP dan Kementerian Keuangan RI yang telah mempercayakan Kota Pekalongan sebagai tuan rumah. Menurutnya, berbagai rangkaian acara seperti stan kuliner, lomba-lomba, bazar UMKM, hingga hiburan musik, mampu menarik animo masyarakat dan meningkatkan aktivitas ekonomi secara signifikan.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran PIP dan Kemenkeu. Acaranya luar biasa. Harapan Saya, transaksi UMKM bisa meningkat berkali-kali lipat,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Hukum dan Manajemen Risiko PIP, Imaduddin, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Pasar Rakyat UMi merupakan bagian dari komitmen PIP untuk menggerakkan UMKM melalui program pembiayaan ultra mikro yang mudah, cepat, dan murah.

“Tujuan acara ini adalah menggerakkan UMKM baik dari sisi pembiayaan maupun penguatan ekonomi di Kota Pekalongan. Kami punya mitra berupa koperasi yang dibiayai PIP. Margin pembiayaan kami sangat murah, hanya 4% efektif per tahun, jauh di bawah KUR. Ibaratnya, kami ini adik-kakak dengan KUR,” terang Imaduddin.

Ia menegaskan bahwa, penyaluran pembiayaan PIP dilakukan dengan skema executing, yaitu dana disalurkan dari PIP ke koperasi atau lembaga penyalur, kemudian diteruskan kepada pelaku UMKM. Hingga saat ini, jumlah debitur pembiayaan PIP di Kota Pekalongan mencapai 20.566 orang, atau sekitar 1,09% dari total nasional, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pembiayaan ultra mikro.

Dalam laporannya, Imaduddin juga memaparkan bahwa Pasar Rakyat UMi 2025 di Kota Pekalongan diikuti 49 stan, yang terdiri atas 9 stan kuliner, 17 stan fashion dan aksesoris, 1 stan kecantikan, Stan layanan kementerian, Taspen, BUMN, serta berbagai mitra pendukung lainnya.

Menariknya, seluruh peserta UMKM mendapatkan fasilitas stan gratis tanpa dipungut biaya. Seluruh kebutuhan acara, termasuk panggung, fasilitas teknis, hingga kegiatan pendukung, sepenuhnya ditanggung oleh PIP melalui kolaborasi bersama Pemerintah Daerah.

“Tidak ada biaya sewa tempat. Karena memanfaatkan Lapangan Mataram melalui fasilitas kerja sama dengan Pemda, seluruh UMKM peserta bisa berjualan secara gratis. Inilah bentuk nyata dukungan kami kepada UMKM,” tegas Imaduddin.

Dirinya berharap sinergi dengan PIP dan berbagai pihak dapat terus berlanjut untuk memperkuat ekosistem UMKM, memberikan akses pembiayaan yang terjangkau, dan mendorong pelaku usaha lokal naik kelas.

"Dengan antusiasme masyarakat yang besar dan peluang ekonomi yang terus tumbuh, kami optimistis bahwa penyelenggaraan Pasar Rakyat UMi di tahun-tahun mendatang akan semakin berdampak bagi pertumbuhan ekonomi daerah,"tukasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)