[ 2025-11-25 ]
Pasar Rakyat UMi Digelar di Kota Pekalongan Selama Tiga Hari, Dorong UMKM Naik Kelas dan Akses Pembiayaan Murah
Kota Pekalongan – Upaya penguatan sektor UMKM terus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Pekalongan. Hal tersebut tampak dalam penyelenggaraan Pasar Rakyat UMi (Ultra Mikro) yang berlangsung selama tiga hari, Jumat–Minggu, 21–23 November 2025, di Lapangan Mataram Kota Pekalongan. Acara yang digelar oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Pemkot Pekalongan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan, Hj. Balgis Diab.
Wawalkot Balgis mengapresiasi dipilihnya Kota Pekalongan sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan Pasar Rakyat UMi. Menurutnya, kegiatan ini memberikan manfaat besar karena tidak hanya menyediakan wadah promosi, tetapi juga sarana pembinaan terpadu bagi UMKM.
“Alhamdulillah kali ini ada Pasar Rakyat UMi dari PIP yang dipusatkan di Kota Pekalongan selama tiga hari. Dengan adanya Pasar Rakyat UMi ini, UMKM tidak hanya menjual produknya saja, tetapi mendapatkan pembinaan, edukasi bagaimana mereka bisa naik kelas. Jika mereka sudah punya produk terbaik, nanti dibantu bagaimana cara mengekspor ke luar negeri, termasuk dari sisi pembiayaannya,” jelasnya.
Ia juga berkeliling meninjau sejumlah stan dan memborong berbagai produk lokal, mulai dari produk susu, makanan-minuman khas Pekalongan seperti megono dan soto tauto, batik warna alam, hingga stand perbankan dan OPD.
“Pasar rakyat ini berbeda dengan biasanya. Selain ramai dan lengkap, ini juga mampu mendongkrak perekonomian Kota Pekalongan maupun nasional,” tambahnya.
Direktur Hukum dan Manajemen Risiko pada Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Imaduddin, menjelaskan bahwa, penyelenggaraan Pasar Rakyat UMi merupakan bagian dari upaya PIP untuk menggerakkan UMKM melalui pembiayaan ultra mikro yang mudah, cepat, dan murah.
"Tujuan acara ini adalah menggerakkan UMKM baik dari sisi program pembiayaan maupun penguatan ekonomi di Kota Pekalongan. Kami punya mitra berupa koperasi yang dibiayai PIP. Pembiayaan kami memiliki margin yang sangat murah, hanya 4% efektif per tahun, di bawah KUR. Kami ini ibaratnya adik-kakak dengan KUR,” terangnya.
Imaduddin menegaskan bahwa, penyaluran pembiayaan PIP dilakukan dengan skema executing, yaitu dari PIP ke koperasi/penyalur, kemudian diteruskan ke UMKM. Hingga saat ini, jumlah debitur pembiayaan PIP di Kota Pekalongan mencapai 20.566 orang, atau sekitar 1,09% dari total nasional.
Terkait teknis penyelenggaraan, Imaduddin memaparkan bahwa, Pasar Rakyat UMi di Kota Pekalongan diikuti 49 stan, terdiri atas 9 stan kuliner, 17 stan fashion dan aksesoris, 1 stan kecantikan, Stan layanan kementerian, Taspen, BUMN, dan berbagai mitra lainnya.
"Semua UMKM peserta tidak dipungut biaya alias gratis. Semua pembiayaan kegiatan ini ditanggung PIP dan kolaborasi dengan Pemda. Karena menggunakan Lapangan Mataram dengan fasilitas kerja sama Pemda, tidak ada biaya sewa tempat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa, anggaran penyelenggaraan Pasar Rakyat UMi di Kota Pekalongan mencapai ratusan juta rupiah. Imaduddin mengungkapkan bahwa, Kota Pekalongan dipilih sebagai lokasi Pasar Rakyat UMi karena adanya Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PIP dengan Pemkot Pekalongan dalam penguatan perekonomian melalui UMKM.
“PIP sudah memiliki PKS dengan Pemkot Pekalongan. Oleh karena itulah, kami memilih Kota Pekalongan sebagai salah satu lokasi Pasar Rakyat UMi,” katanya.
Pihaknya menyebut, secara nasional, Pasar Rakyat UMi digelar di empat daerah pada periode yang sama yakni Kabupaten Bekasi, Kota Bukittinggi, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Maros. Puncak acara Pasar Rakyat UMi akan berlangsung minggu depan di Kota Batu, Jawa Timur.
Lanjutnya, tidak hanya pameran produk, Pasar Rakyat UMi juga menghadirkan forum edukasi untuk pelaku UMKM, di antaranya pelatihan kurasi produk, edukasi ekspor, pelatihan pembiayaan syariah, pendampingan sertifikat halal, hingga kegiatan UMi Youth Trainer bagi anak muda yang telah memiliki produk dan ingin mengembangkan inovasi usaha.
"Pada kesempatan tersebut, PIP juga menyerahkan sertifikat halal kepada sejumlah UMKM di Kota Pekalongan sebagai bentuk dukungan agar produk mereka semakin kompetitif,"pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)