Details Foto


e-Katalog Versi 6 Mulai Efektif di Kota Pekalongan, Pemkot Intensif Dampingi Penyedia dan UMKM

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-11-25 ]

e-Katalog Versi 6 Mulai Efektif di Kota Pekalongan, Pemkot Intensif Dampingi Penyedia dan UMKM

Kota Pekalongan – Implementasi sistem pengadaan barang/jasa berbasis e-Katalog versi 6 (V6) kini berjalan semakin optimal di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan. Hal tersebut disampaikan oleh Ikoa Nuska, JF Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Ahli Muda pada Bagian PBJ Minbang Kota Pekalongan, saat hadir dalam kegiatan Pengembangan Kompetensi bagi ASN dan Penyedia Jasa Konstruksi yang digelar di Hotel Santika Pekalongan, Kamis (20/11/2025).

Menurut Ikoa, e-Katalog V6 merupakan bagian dari sistem Inaproc versi 2025 yang diluncurkan pada awal tahun oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai platform resmi pengadaan barang/jasa pemerintah lintas sektor, mulai dari kementerian, lembaga, hingga pemerintah kabupaten/kota. Sistem ini menggantikan e-Katalog versi 5 yang sebelumnya digunakan secara nasional.

“Di Pemkot Pekalongan, e-Katalog versi 6 sudah efektif diterapkan sejak awal 2025. Alhamdulillah sampai sekarang berjalan baik dan semakin banyak penyedia, terutama dari Kota Pekalongan, yang ikut serta dalam proses pengadaan melalui platform ini,” ujarnya.

Ketika ditanya soal kategori produk yang sudah tersedia di e-Katalog, Ikoa menjelaskan bahwa, hampir seluruh jenis kebutuhan pemerintah kini telah tercantum.

“Kalau rinciannya satu per satu belum bisa dipastikan jumlahnya, karena datanya masih terus kami akomodir. Namun, secara umum hampir semua kategori sudah ada. Yang paling banyak digunakan yaitu jasa penyediaan makanan dan minuman, lalu perlengkapan perkantoran seperti laptop, printer, dan elektronik lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, jumlah penyedia lokal Kota Pekalongan yang masuk dalam kategori-kategori tersebut juga terus bertambah seiring meningkatnya pemahaman dan minat para pelaku usaha terhadap sistem pengadaan digital.

Untuk memastikan seluruh pihak dapat mengikuti dinamika sistem pengadaan berbasis katalog tersebut, kata Ikoa, Bagian PBJ Minbang terus melakukan sosialisasi secara berkelanjutan.

“Kami punya grup WhatsApp yang berisi para pelaku pengadaan, baik dari OPD maupun para penyedia. Setiap ada perkembangan atau perubahan regulasi, kami langsung update di grup. Ini supaya penyedia bisa mengikuti proses pengelolaan katalog, dan OPD memahami tahapan pengadaan lewat e-Katalog V6,” ungkap Ikoa.

Pendekatan ini dinilai efektif karena informasi dapat tersebar cepat dan penyedia bisa langsung melakukan konsultasi ketika mengalami kendala teknis ataupun administratif.

Meski jumlah penyedia bertambah, Ikoa tidak menampik bahwa UMKM masih mengalami berbagai kesulitan, terutama saat awal implementasi.

“Mulai dari registrasi aplikasi, pemahaman transaksi di V6, hingga proses persiapan dan serah terima pekerjaan, banyak UMKM yang masih bingung. Tapi Alhamdulillah, kami terus melakukan edukasi bersama OPD dan penyedia lainnya,” katanya.

Ia menegaskan bahwa, dinamika di e-Katalog V6 sangat cepat, sehingga pendampingan harus dilakukan secara rutin. Pemkot Pekalongan aktif menyediakan konsultasi, bimbingan teknis, dan pendampingan langsung agar UMKM dapat segera menyesuaikan diri.

Berdasarkan pemantauan sementara, kategori UMKM yang paling banyak mengikuti e-Katalog adalah penyediaan makanan dan minuman, penyediaan elektronik, alat tulis kantor (ATK), serta sejumlah kebutuhan perkantoran lainnya.


“Data lengkapnya sedang kami himpun, tapi memang sektor mamin, elektronik, dan ATK mendominasi,” ujar Ikoa.

Ia berharap, semakin banyak UMKM lokal dapat memanfaatkan e-Katalog sebagai sarana memperluas pasar sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam transaksi dengan pemerintah.

"Kami dari PBJ/Minbang Kota Pekalongan berkomitmen dalam mendukung proses pengadaan yang lebih profesional, transparan, dan mudah diakses bagi seluruh pelaku usaha,"tukasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)