[ 2025-11-24 ]
Mantapkan Target Bebas Stunting 2026, Pemkot Gelar Bimtek Penguatan Pelaporan Konvergensi
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan (Pemkot) terus memperkuat komitmen dalam upaya percepatan penurunan angka stunting melalui peningkatan kualitas pelaksanaan dan pelaporan aksi konvergensi. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Pelaporan dan Pelaksanaan Konvergensi Stunting, yang digelar dengan menghadirkan narasumber ahli dari Tim Ahli Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Kemendagri, berlangsung di ruang Buketan, Jum'at (21/11/2025).
Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj Balgis Diab dalam kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa target Kota Pekalongan bukan hanya untuk menekan angka stunting, tetapi memastikan Kota Pekalongan dapat bebas stunting pada tahun 2026.
“Berkali-kali kita melakukan rapat, koordinasi, hingga rembuk stunting. Namun tujuan kita bukan sekadar menurunkan, tetapi bagaimana Kota Pekalongan pada tahun 2026 bebas stunting,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa angka stunting menjadi prediktor penting dalam menilai kualitas pembangunan sebuah daerah. Jika angka stunting tinggi, maka kualitas sumber daya manusia (SDM) dianggap rendah. Sebaliknya, jika angka stunting berhasil ditekan, maka kualitas SDM daerah dinilai cukup baik.
“Hari ini tugas kita untuk menurunkan angka stunting. Fokus penting adalah 1000 hari pertama kehidupan. Di fase ini jika penanganan optimal, kita bisa cegah dan tanggulangi bersama,” tandasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa penyelesaian masalah stunting tidak dapat bergantung pada intervensi gizi semata, melainkan memerlukan integrasi lintas program dan sektor.
“Stunting tidak bisa diselesaikan hanya dengan program gizi. Semua aksi harus bergerak bersama. Jika tidak terdokumentasi dan tidak dilaporkan secara digital, maka tidak terlihat sejauh mana indikator keberhasilan program ini,” jelasnya.
Ia berharap bimtek ini mampu meningkatkan pemahaman dan kapasitas seluruh pemangku kepentingan, termasuk OPD dan PLKB, dalam pelaksanaan dan pelaporan aksi konvergensi penurunan dan pencegahan stunting di Kota Pekalongan.
"Kami berharap akan terbentuk pemahaman bersama antar lembaga terkait mengenai isu stunting dan penanganannya sehingga koordinasi lintas sektor kian jelas mulai dari perencanaan, pelaksanaan program, evaluasi, hingga penguatan sistem data, pengukuran, dan publikasi indikator stunting," tukasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan dengan kolaborasi dan sinergi dapat menciptakan generasi emas Kota Pekalongan yang sehat, berkualitas, dan unggul di masa depan.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)