[ 2025-11-24 ]
Jejaring Industri dan Sistem Pendampingan Alumni Perkuat Strategi Penyerapan Tenaga Kerja Pemkot
Kota Pekalongan — Pemerintah Kota Pekalongan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) terus memperkuat strategi pengembangan sumber daya manusia sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk masuk ke dunia industri. Salah satu langkah nyata yang dilakukan yaitu menjalin kemitraan dengan Forum Komunikasi Jejaring Industri Daerah (FKJID) yang merupakan wadah perusahaan dan HRD di wilayah Kota Pekalongan.
Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi melalui pelatihan vokasi, tetapi juga memastikan peserta memiliki jalur penempatan kerja yang jelas setelah menyelesaikan pelatihan.
“Setiap jelang pelatihan kami mengundang HRD di Kota Pekalongan yang tergabung dalam FKJID. Agar kompetensi yang kami berikan nantinya sesuai dengan kebutuhan perusahaan saat ini, lalu peserta kami bimbing dari awal sampai akhir terkait kompetensi tersebut,” ujar Kepala BLK Kota Pekalongan, Helmy Hendarsyah, saat ditemui di gedung BLK belum lama ini.
Sebagai salah satu inovasi dalam pendampingan pascapelatihan, BLK Kota Pekalongan membentuk grup WhatsApp khusus peserta. Grup tersebut bukan hanya sebagai sarana komunikasi selama pelatihan, tetapi tetap aktif hingga setelah peserta dinyatakan lulus.
“Kami mengimbau alumni untuk tidak keluar dari grup WhatsApp setelah lulus, karena grup ini akan terus digunakan untuk menyampaikan informasi lowongan kerja yang sesuai dengan kompetensi mereka,” lanjutnya.
Melalui grup ini, alumni dapat menerima informasi kesempatan kerja langsung dari perusahaan yang tergabung dalam jejaring industri maupun peluang kerja yang muncul di sektor lain. Komunikasi antara peserta, instruktur, dan jaringan industri juga tetap terjalin aktif sehingga alumni tidak merasa berjalan sendiri setelah pelatihan berakhir.
Selain pendampingan informasi lapangan kerja, Pemkot melalui BLK juga memberikan fasilitas administrasi berupa penerbitan AK1 (Kartu Pencari Kerja) kepada lulusan pelatihan. AK1 menjadi syarat penting bagi pencari kerja dalam melakukan pendaftaran ke perusahaan.
"Setelah lulus, alumni langsung kami bantu dalam pembuatan AK1 dan kami sertakan pula link resmi perusahaan yang sedang membuka lowongan agar mereka dapat segera mendaftar,” tambahnya.
Dengan dukungan jaringan industri dan sistem pendampingan berkelanjutan, lulusan pelatihan diharapkan lebih cepat terserap dan mampu berkontribusi dalam perkembangan sektor industri. Upaya ini diharapkan menjadi model pelatihan vokasi yang tidak hanya fokus pada pengajaran keterampilan, tetapi juga memastikan peserta memiliki akses kerja.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)