[ 2025-11-20 ]
Komitmen Edukasi dan Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Gelar Dialog Interaktif
Kota Pekalongan – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas kembali digencarkan Subsatgas Dikmas Lantas Operasi Zebra Candi 2025. Melalui dialog interaktif yang disiarkan Radio Kota Batik pada Selasa (18/11/2025) siang, Satlantas Polres Pekalongan Kota memberikan edukasi publik secara langsung kepada masyarakat. Hadir sebagai narasumber, Kanit Kamsel Satlantas Polres Pekalongan Kota, Ipda Sukendro, S.H., yang memaparkan secara komprehensif berbagai isu keselamatan jalan raya.
Acara yang dipandu penyiar Laela, A.Md. ini tidak hanya menjadi sarana sosialisasi program Operasi Zebra, tetapi juga membuka ruang diskusi dua arah yang interaktif untuk menggali persoalan dan kebutuhan masyarakat terkait keamanan lalu lintas.
Dalam kesempatan itu, Ipda Sukendro menjelaskan bahwa, dinamika arus kendaraan di Kota Pekalongan semakin meningkat seiring mobilitas masyarakat yang kian tinggi. Kondisi tersebut menuntut kedisiplinan semua pihak dalam mematuhi aturan demi menekan risiko kecelakaan.
Menurutnya, keselamatan di jalan raya bukan semata tugas kepolisian, melainkan hasil kolaborasi antara kesadaran pengendara, kelaikan kendaraan, kondisi jalan, serta lingkungan sekitar. “Keselamatan adalah kebutuhan bersama. Kedisiplinan setiap pengguna jalan sangat menentukan terciptanya lalu lintas yang aman dan tertib,” ujarnya.
Dalam paparannya, Ipda Sukendro juga menyampaikan bahwa, Polri sedang melaksanakan Operasi Zebra 2025 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025, dan digelar serentak di seluruh Indonesia.
"Operasi ini menyasar peningkatan kepatuhan masyarakat dalam berkendara, menurunkan angka pelanggaran, serta mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas. Selain itu, Operasi Zebra Candi 2025 di lingkungan Polres Pekalongan Kota turut diarahkan untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap pelayanan kepolisian,"terangnya.
Ia menjelaskan berbagai faktor penyebab kecelakaan, terutama human error, yang selama ini menjadi pemicu terbesar insiden di jalan raya. Selain itu, kondisi cuaca, kondisi jalan, hingga masalah teknis kendaraan juga memegang peran penting.
"Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa kecelakaan bisa dicegah dengan sikap waspada dan kepatuhan terhadap peraturan,"ungkapnya.
Pada sesi interaktif, salah satu pendengar bernama Adam Anggoro, warga Kecamatan Doro, menyampaikan keluhan terkait maraknya aksi balap liar dan penggunaan knalpot brong yang mengganggu kenyamanan masyarakat. Ia berharap agar aksi tersebut dapat ditindak tegas.
“Saya usul supaya bisa ditindak tegas, jangan dikasih ampun. Sudah ada lintasan balap, jadi tidak ada alasan lagi untuk balapan di jalan raya. Karena sangat meresahkan,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Menanggapi hal itu, Ipda Sukendro menegaskan bahwa, Polres Pekalongan Kota telah dan terus mengambil langkah konkret.
“Terkait balap liar, kami sudah melakukan berbagai langkah mulai dari patroli humanis, penertiban hingga penindakan. Setiap akhir pekan, kami melaksanakan Patroli Skala Besar bersama personel gabungan untuk mencegah aksi balap liar sekaligus memberikan pembinaan kepada para pemuda,” jelasnya.
Selain itu, Subsatgas Dikmas Lantas juga terus menggencarkan sosialisasi di sekolah-sekolah, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini. Edukasi berkelanjutan menjadi strategi penting dalam membangun generasi yang sadar keselamatan.
Menutup dialog, Ipda Sukendro menegaskan komitmennya untuk terus mengedukasi, mendampingi, dan mengajak masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas.
"Harapannya, upaya bersama ini mampu mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas) yang aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi seluruh warga Kota Pekalongan,"pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)