Details Foto


Bantu Warga Lebih Berani Bicara, Konseling Gratis Awali Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-11-20 ]

Bantu Warga Lebih Berani Bicara, Konseling Gratis Awali Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025

Kota Pekalongan - Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional 2025, Dinas Pendidikan Kota Pekalongan melalui ULD Lakondik membuka layanan konseling psikologis gratis bagi masyarakat. Layanan yang mengawali peringatan Hari Disabilitas Internasional, dilaksanakan pada tanggal 18–21 November 2025 bertempat di ruang pelayanan ULD Lakondik. 

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri melalui Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal setempat, Sherly Imanda Hidayah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya menyediakan akses pendampingan psikologis yang aman dan profesional bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas dan keluarga. 

"Kesehatan mental adalah bagian penting dari kesejahteraan masyarakat. Karena itu, layanan ini hadir untuk memberikan ruang aman bagi mereka yang membutuhkan bantuan psikologis,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa layanan konseling diberikan melalui mekanisme pendaftaran online. Pemohon diminta mengisi formulir pada tautan resmi yang disediakan. Setelah proses pendaftaran, peserta akan dihubungi dan dijadwalkan bertemu psikolog sesuai waktu yang tersedia.

“Setiap peserta akan mendapatkan jadwal khusus untuk memastikan proses konsultasi berjalan privat, nyaman, dan sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Sementara itu, Psikolog Klinis, Sintya Dyah Kusumastuti, mengatakan bahwa bentuk layanan konseling mencakup berbagai isu psikologis yang umum dialami masyarakat. Di antaranya kecemasan dan tekanan emosional, permasalahan keluarga dan hubungan rumah tangga, persoalan sosial, tantangan karir dan permasalahan pribadi lainnya

“Jenis permasalahan yang datang sangat variatif. Ada yang berkaitan dengan parenting, relasi interpersonal, hingga kesulitan menghadapi tekanan hidup. Semua pemanfaat memiliki pengalaman berbeda dan membutuhkan pendekatan yang berbeda pula,” katanya.

Pendampingan dilakukan melalui strategi psikologis berbasis penguatan, pemahaman diri, serta pembelajaran strategi adaptasi dalam menghadapi masalah.

“Tujuan utama konseling bukan hanya membantu seseorang keluar dari masalah, tetapi juga membekali kemampuan menghadapi tantangan ke depan secara lebih sehat,” tandasnya.

Jika diperlukan, tindak lanjut dilakukan melalui pertemuan tambahan, monitoring kondisi, atau rujukan ke layanan yang lebih spesifik.

Hingga pelaksanaan program, tercatat 40 peserta terdaftar sebagai klien, dengan kategori usia mulai remaja hingga dewasa. Respon masyarakat disebut sangat positif.

“Mereka merasa terbantu karena akhirnya memiliki ruang konsultasi profesional yang aman dan terarah,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mental.

“Harapan kami sederhana layanan seperti ini bukan hanya menjadi tempat singgah saat masalah sedang berat, tetapi menjadi ruang belajar bersama untuk merawat kesehatan mental sejak awal,” sambungnya.

Ia menegaskan bahwa mencari bantuan bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk keberanian. Karena kesehatan mental bukan hanya soal pulih, tetapi juga soal hadir untuk diri sendiri.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)