[ 2025-11-20 ]
Tingkatkan Layanan Disabilitas, Unit LIDI PB Kota Pekalongan Resmi Dibentuk
Kota Pekalongan – Upaya memperkuat layanan kebencanaan yang inklusif bagi penyandang disabilitas terus didorong di berbagai daerah. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui pembentukan Unit Layanan Inklusi Disabilitas Penanggulangan Bencana (Unit LIDI PB) Kota Pekalongan yang digagas oleh BPBD Kendal dengan dukungan BPBD Provinsi Jawa Tengah dan PMI Jawa Tengah. Agenda penting tersebut digelar di Aula BPBD Kota Pekalongan pada Selasa (18/11/2025), dan dihadiri berbagai organisasi penyandang disabilitas, relawan, PMI Kota Pekalongan, lembaga kebencanaan, serta perangkat daerah terkait.
Pembentukan Unit LIDI PB ini menjadi komitmen kuat Pemerintah Kota Pekalongan dan jejaring kebencanaan untuk memastikan bahwa penanganan bencana dilakukan secara inklusif, tidak meninggalkan kelompok rentan, serta memberikan ruang yang luas bagi penyandang disabilitas untuk terlibat aktif.
Acara dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto yang menegaskan pentingnya pelibatan penyandang disabilitas dalam sistem penanggulangan bencana. Menurutnya, paradigma lama yang menempatkan penyandang disabilitas sebagai kelompok yang hanya menerima bantuan harus ditinggalkan.
"Dalam penanganan bencana, semua harus dilibatkan termasuk para penyandang disabilitas. Tidak hanya sebagai kelompok pasif namun mereka aktif dan mampu memberikan kontribusi dalam penanganan bencana,” ujar Budi.
Ia menambahkan bahwa, pembentukan unit ini akan menjadi momentum untuk memperluas kesiapsiagaan masyarakat, meningkatkan kapasitas relawan, dan menghadirkan mekanisme kebencanaan yang lebih adil bagi seluruh kelompok masyarakat.
Senada dengan Budi, Analis Kebencanaan Ahli Muda Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jawa Tengah, Adi Widagdo, juga menekankan bahwa, penanggulangan bencana yang ideal adalah yang menjadikan penyandang disabilitas sebagai bagian penting dari proses, bukan hanya objek.
“Penyandang disabilitas tidak hanya menjadi objek. Akan tetapi, juga menjadi subyek dalam penanganan bencana,” tegasnya.
Adi menjelaskan bahwa, Unit LIDI PB memiliki posisi strategis sebagai jembatan komunikasi antara relawan dan penyandang disabilitas, terutama dalam situasi bencana yang seringkali menghadirkan kendala komunikasi dan hambatan akses.
"Kehadiran anggota LIDI, akan membantu memastikan semua pihak dapat terlibat dan tertolong sesuai peran serta kewenangannya,"ujarnya.
Dukungan juga datang dari organisasi penyandang disabilitas. Ketua PPDI Kota Pekalongan, Mulyadi, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif pembentukan Unit LIDI PB. Ia menyebutkan bahwa selama ini penyandang disabilitas membutuhkan ruang khusus yang mendukung peningkatan kapasitas dalam menghadapi bencana.
"Harapannya, dengan adanya Unit LIDI PB ini, penyandang disabilitas mendapatkan wadah dan pelatihan terkait kesiapan dalam menghadapi bencana,” tuturnya.
Menurutnya, pelatihan tersebut penting agar para anggota PPDI dan komunitas disabilitas lainnya dapat lebih percaya diri, mandiri, dan sigap ketika terjadi situasi darurat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PMI Jawa Tengah, Sarwa Pramana, memberikan apresiasi atas lahirnya Unit LIDI PB Kota Pekalongan. Ia menyebut bahwa pembentukan unit ini bukan hanya program, tetapi lahir dari semangat dan keinginan kuat penyandang disabilitas untuk berperan aktif dalam kebencanaan.
“Pembentukan LIDI-PB ini merupakan inisiatif dari semangat tinggi para penyandang disabilitas di Kota Pekalongan. Harapannya, mereka dapat lebih mandiri dalam menghadapi bencana dan berkontribusi dalam penanggulangan bencana,” jelas Sarwa.
Acara dipandu oleh Saras, Fasilitator Disabilitas dari Unit LIDI Rembang, yang sebelumnya telah berpengalaman dalam kegiatan serupa. Ia menyebut, para peserta yang hadir berasal dari berbagai komunitas dan organisasi disabilitas di Kota Pekalongan, antara lain PPDI, Pertuni, Sahabat Difa, ITMI, dan Gerkatin.
"Agenda utama adalah pembentukan struktur dan kepengurusan Unit LIDI PB Kota Pekalongan, yang diharapkan menjadi motor penggerak layanan inklusi kebencanaan di daerah. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penyerahan Buku Panduan LIDI dari BPBD Provinsi Jawa Tengah kepada BPBD Kota Pekalongan dan kepada ketua unit terpilih,"ungkapnya.
Ia menilai, pembentukan unit ini menjadi langkah awal menuju terbangunnya sistem kebencanaan yang inklusif, responsif, dan melibatkan semua unsur masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, sebagai mitra strategis dalam penanggulangan bencana.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)