[ 2025-11-20 ]
Pemkot Pekalongan Gandeng Stakeholder Maksimalkan Bulan Dana PMI 2025
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan terus berupaya mengoptimalkan pengumpulan Bulan Dana PMI Tahun 2025. Upaya itu diwujudkan melalui pelibatan berbagai stakeholder lintas sektor, sebagai bentuk penguatan solidaritas sosial dan dukungan terhadap layanan kemanusiaan di Kota Pekalongan.
Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan yang sekaligus menjadi Ketua Panitia Bulan Dana PMI 2025, Hj. Balgis Diab, menegaskan bahwa, keterlibatan berbagai unsur masyarakat menjadi kunci dalam peningkatan penghimpunan dana tahun ini.
“Untuk memaksimalkan pengumpulan Bulan Dana tahun 2025 ini, kita menggandeng stakeholder. Kali ini dengan jajaran perhotelan, perbankan, akademisi, lembaga keuangan. Harapannya, dengan menggandeng semua stakeholder ini, bisa memberikan yang pertama rasa kebersamaan dan rasa peduli kepada sesama,” jelasnya saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Bulan Dana PMI Tahun 2025, berlangsung di Kantor Sekretariat TP-PKK Kota Pekalongan, Senin siang (17/11/2025).
Menurutnya, PMI selama ini memegang peran vital sebagai lembaga sosial yang membantu memenuhi kebutuhan kedaruratan, termasuk bantuan bencana, layanan kesehatan, donor darah, hingga aksi-aksi kemanusiaan lainnya. Oleh karena itu, keterlibatan komunitas dan pelaku usaha dianggap penting untuk memperkuat peran PMI dalam memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat Kota Pekalongan.
“PMI ini merupakan lembaga sosial yang membantu kebutuhan daerah di Kota Pekalongan, serta memberikan bantuan sosial bagi masyarakat yang terkena bencana,” tambahnya.
Ketua PMI Kota Pekalongan, Dwi Arie Putranto, menjelaskan bahwa, Bulan Dana PMI merupakan salah satu sumber utama pendanaan operasional organisasi kemanusiaan tersebut. Dana yang terhimpun sepenuhnya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk layanan kemanusiaan.
“PMI pada saat ini sedang melaksanakan Bulan Dana PMI. Bulan dana ini di antaranya adalah dana yang dibutuhkan untuk kegiatan operasional PMI. Karena ini dana masyarakat, ya pasti nanti harus kembali kepada masyarakat sebagai penerima manfaat,” jelas Dwi Arie.
Untuk tahun 2025, PMI Kota Pekalongan menargetkan penghimpunan dana sekitar Rp500 juta. Target ini dinilai realistis karena capaian pada tahun sebelumnya berada di angka yang tidak jauh berbeda.
“Target kegiatan tahun ini sekitar Rp500 juta ya. Syukur-syukur tentunya bisa lebih. Tapi targetnya tetap Rp500 juta, karena untuk menaikkan itu rupanya sulit. Tahun kemarin juga tidak tercapai, hanya s sekitar Rp480-an juta capaiannya,” terangnya.
Lebih lanjut, Dwi Arie menjelaskan bahwa, pelaksanaan Bulan Dana PMI 2025 sebenarnya sudah dimulai sejak Oktober 2025. Sejumlah komunitas dan kelompok masyarakat mulai dilibatkan, termasuk pihak-pihak yang diundang untuk memberikan kontribusi sesuai kemampuan.
“Kita sudah berjalan sebetulnya ya. Sudah dimulai bulan Oktober kemarin. Nah, ini ada komunitas-komunitas tertentu yang dikumpulkan untuk dimohon ada perhatian, yaitu partisipasinya. Bahwa ini kegiatan kemanusiaan yang bersifat sukarela,” ujarnya.
Untuk memaksimalkan capaian tahun ini, PMI bersama Pemerintah Kota Pekalongan akan memperluas jejaring kolaborasi, melakukan pendekatan kepada sektor usaha, serta memperbanyak kegiatan sosialisasi mengenai urgensi Bulan Dana PMI bagi keberlanjutan layanan kemanusiaan.
Ia menilai, upaya aktif Wakil Wali Kota Balgis Diab dalam menghimpun dukungan dari berbagai komunitas dinilai menjadi langkah strategis demi peningkatan perolehan Bulan Dana tahun ini. Pihaknya optimistis bahwa keterlibatan kolaboratif tersebut dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian target yang telah ditetapkan.
“Makanya, Ibu Wawalkot Balgis sebagai Ketua Panitia Bulan Dana mengumpulkan beberapa komunitas. Ya kira-kira nanti komunitas ini bisa memberikan kontribusi yang signifikan. Kami berharap, melalui kepedulian bersama dan partisipasi semua pihak, kegiatan Bulan Dana PMI 2025 dapat berjalan optimal dan pada akhirnya memperkuat layanan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)