[ 2025-11-18 ]
30 Baduta di Kecamatan Pekalongan Timur Terima Bantuan Nutrisi dan MPASI Selama 3 Bulan
Kota Pekalongan – Upaya Pemerintah Kota Pekalongan dalam menekan angka stunting kembali mendapat dukungan dari sektor swasta. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk menyalurkan bantuan berupa nutrisi dan MPASI fortifikasi bagi 30 baduta di wilayah Kecamatan Pekalongan Timur. Penyaluran ini menjadi kick-off pelaksanaan Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) di Kota Pekalongan yang diharapkan menjadi model pencegahan stunting berbasis kolaborasi. Kegiatan penyaluran bantuan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Senin (17/11/2025).
Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan, Hj. Balgis Diab, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas keterlibatan CSR PT Indofood dalam upaya percepatan penanganan stunting.
“Alhamdulillah, hari ini ada program CSR dari PT Indofood untuk bersama-sama melakukan penanggulangan dan percepatan penanganan stunting di Kota Pekalongan. Harapannya dengan adanya bantuan pemberian nutrisi dan MPASI bagi anak-anak stunting yang rata-rata usianya 6 bulan ini dapat menambah asupan gizi. Mudah-mudahan dalam 3 bulan ke depan bisa memperbaiki tumbuh kembang anak, karena berat badan mereka memang masih di bawah rata-rata,” tuturnya.
Menurutnya, periode usia 6 bulan merupakan fase yang sangat menentukan, sebab bayi mulai membutuhkan makanan pendamping ASI (MPASI) dan membutuhkan dukungan nutrisi yang tepat. Ia menegaskan, pendampingan yang dilakukan secara rutin dapat memberi perubahan signifikan terhadap peningkatan berat badan, tinggi badan, dan perkembangan kognitif anak.
Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan bahwa, bantuan yang diberikan merupakan bagian dari program GENTING yang telah menjadi strategi pencegahan stunting di Kota Pekalongan.
"PT Indofood memberikan paket nutrisi berupa MPASI fortifikasi yang akan dibagikan setiap minggu selama tiga bulan. Ada 30 sasaran ibu yang memiliki baduta usia 6 bulan di wilayah Kecamatan Pekalongan Timur. Dari jumlah tersebut, sekitar 8–10 anak merupakan keluarga risiko stunting, sementara sisanya anak-anak usia 6 bulan untuk upaya pencegahan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa, pemilihan sasaran tetap melalui seleksi oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang memahami kondisi lapangan. Program ini meliputi edukasi gizi, pemantauan kesehatan, serta penyediaan MPASI sesuai standar.
“Kami berharap PT Indofood bisa memperluas cakupan ke kecamatan lainnya. Nanti keberhasilan program ini yang akan menentukan. Saat ini juga dilakukan penimbangan dan pengukuran awal, dan evaluasi dilakukan setiap bulan. Laporan perkembangan anak nantinya diserahkan ke PT Indofood untuk melihat efektivitas program dari sisi berat badan, panjang badan, dan kesehatan baduta,” tambahnya.
Nutrition Advisor PT Indofood Area Semarang Greater Jawa Tengah, Ifa, menjelaskan bahwa, program ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Indofood dan BKKBN/Kemendukbangga Pusat.
“Kegiatan ini berawal dari MoU kami dengan BKKBN. Kami akan memberikan pendampingan MPASI kepada kurang lebih 1.000 balita di seluruh Indonesia sebagai bentuk dukungan percepatan penurunan stunting,"terang Ifa.
Lanjut Ifa memaparkan, PT Indofood sebelumnya juga menjalankan program Layanan Gizi Indofood di berbagai posyandu dengan fokus edukasi pemberian MPASI yang aman, tepat, dan sesuai usia.
“Ketika bayi memasuki usia 6 bulan, kebutuhan energinya meningkat dan ASI saja tidak cukup. Oleh karena itu MP-ASI menjadi kunci. Ini bentuk dukungan kami untuk mencegah stunting sejak dini,” ujarnya.
Ia menyebut, di Jawa Tengah sendiri, PT Indofood menargetkan penerima manfaat di tiga kota, yaitu Kota Pekalongan, Kota Semarang, dan Kudus, dengan total sekitar 100 sasaran. Dalam penyaluran bantuan, PT Indofood menggunakan skema distribusi berjenjang demi menjaga mutu produk.
“Kami memberikan MPASI fortifikasi dari produk Promina. Dropping dilakukan setiap satu bulan sekali kepada kader. Selanjutnya kader menyalurkan kepada ibu sasaran setiap minggu untuk menghindari penumpukan stok dan menjaga kualitas penyimpanan,"bebernya.
Ditambahkan Camat Pekalongan Timur, Darminto, bahwa, Pemerintah Kota Pekalongan bersama camat dan TPK bertugas melakukan pemantauan perkembangan anak setiap bulan. Hasil intervensi yang mencakup perubahan berat badan, tinggi badan, serta kondisi kesehatan akan dilaporkan sebagai dasar evaluasi keberhasilan program.
"Intervensi sejak usia dini sangat penting karena status stunting biasanya dapat terlihat saat anak mendekati usia dua tahun,"ungkapnya.
Ia menilai, dengan dukungan nutrisi yang tepat sejak awal, anak-anak dapat tumbuh lebih sehat dan cerdas. Harapannya dengan pencegahan dini ini bisa mencegah anak-anak stunting yang ada di Kota Pekalongan.
"Mereka bisa menjadi anak-anak yang sehat, cerdas, dan menjadi generasi emas Kota Pekalongan. Pelaksanaan program GENTING bersama PT Indofood ini mudah-mudahan dapat diperluas ke kecamatan lainnya dan menjadi model kolaborasi yang mampu menurunkan angka stunting secara signifikan,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)