[ 2025-11-18 ]
Tim Visitasi Apresiasi Positif Dua Program Unggulan IGA Kota Pekalongan
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan kembali menghadirkan layanan publik yang inovatif dan berdampak nyata bagi masyarakat. Hal ini terlihat dari apresiasi tinggi yang disampaikan Tim Penilai Innovative Government Award (IGA) 2025 saat melakukan visitasi lapangan di Kampung Bugisan Pekalongan dan RSUD Bendan pada Sabtu siang (15/11/2025).
Dua inovasi unggulan Kota Pekalongan, yaitu program Kota Menawan dan aplikasi layanan rumah sakit Jempol (Jendela Pembayaran Online), mendapat apresiasi positif karena manfaatnya dinilai langsung bisa dirasakan oleh masyarakat.
Visitasi diawali dengan kunjungan ke RSUD Bendan untuk melihat implementasi inovasi Jempol dilanjutkan ke Kampung Bugisan, lokasi implementasi program Kota Menawan, sebuah inovasi pemberdayaan dan perbaikan kualitas hidup masyarakat berbasis Collaborative Governance.
Kepala Sub Bagian Rumah Tangga Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum sekaligus Plh. Sesditjen, Fahmi Yusuf, S.I.A., M.Tr.IP, menyampaikan bahwa, program tersebut terbukti membawa perubahan besar bagi warga.
"Alhamdulillah, setelah kami melakukan visitasi ke Kampung Bugisan ini melalui program inovasi Kota Menawan, kami melihat kebermanfaatannya sangat luar biasa. Bahkan tadi kita sama-sama mendengar testimoni yang luar biasa dari warga setempat bagaimana inovasi ini mampu mengubah kualitas hidup masyarakat. Bukan saja dari faktor ekonomi, bahkan sampai dari segi kesehatan pun masyarakat meningkat kualitasnya,” ungkap Fahmi.
Fahmi menambahkan bahwa, Pemerintah Kota Pekalongan layak diapresiasi atas keberhasilannya membangun model inovasi yang dapat digandengkan dengan seluruh stakeholder. Menurutnya, keberlanjutan dan replikasi menjadi aspek penting agar manfaat program bisa dirasakan lebih luas.
“Ke depannya perlu ada replikasi, perlu ada keberlanjutan untuk wilayah lain. Melalui Collaborative Governance, pemerintah tidak hanya memegang peranan penting, tetapi juga mampu menggandeng masyarakat dan berbagai pihak untuk membangun kualitas hidup yang lebih baik,” lanjutnya.
Selain meninjau Kota Menawan, tim penilai juga mengunjungi RSUD Bendan untuk melihat implementasi inovasi digital Jempol. Aplikasi ini memungkinkan pengguna layanan membayar secara mandiri tanpa harus kembali antre di loket kasir.
“Inovasi Jempol ini sangat efisien. Biasanya, setelah mendapatkan layanan dari poliklinik, pasien harus menunggu antrean kasir. Tapi dengan Jempol, pembayaran bisa dilakukan langsung, cepat, dan transparan. Inovasi ini juga menutup celah terjadinya kebocoran transaksi karena semua tercatat melalui sistem. Ini sangat kami apresiasi,"jelas Fahmi.
Sementara itu, Ade Yulfianto, S.Sos., M.H., Analis Kebutuhan dan Manfaat Pelatihan/Sespri Dirjen KI BSKDN, menyampaikan bahwa, Kota Pekalongan termasuk salah satu yang paling menarik perhatian dari total sekitar 21 inovasi yang lolos sampai tahap visitasi.
"Kali ini Kota Pekalongan berhasil membuat kami terkesan, baik inovasi digital maupun non-digitalnya. Yang menjadi highlight kami adalah kebermanfaatan langsung untuk masyarakat. Baik di RSUD Bendan maupun Kampung Bugisan, semuanya terbukti memberikan dampak optimal,” ujar Ade.
Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balgis Diab, turut mendampingi visitasi Tim Penilai IGA di Kampung Bugisan. Ia menegaskan bahwa, program Kota Menawan tidak hanya menawarkan gagasan, tetapi telah menunjukkan hasil konkret yang dialami langsung oleh warga.
"Setelah kami melihat langsung perkembangan di Kampung Bugisan, Alhamdulillah kebermanfaatannya sangat luar biasa. Testimoni warga sangat menguatkan bagaimana inovasi ini mampu mengubah kualitas hidup masyarakat,” ujar Balgis.
Ia menambahkan bahwa, manfaat program tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan.
“Bukan hanya ekonomi, tetapi juga kesehatan dan kualitas hidup masyarakat meningkat. Ini bukti bahwa inovasi Kota Menawan berjalan efektif dan memberi manfaat nyata,” tambahnya.
Wawalkot Balgis berharap, inovasi semacam ini bisa berlanjut dan diterapkan di wilayah lain di Kota Pekalongan.
“Ke depannya perlu ada replikasi dan keberlanjutan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri; masyarakat harus terlibat aktif agar perubahan baik ini terus berlanjut,” tegasnya.
Salah satu momen paling menyentuh dalam visitasi adalah testimoni dari warga Kampung Bugisan penerima manfaat program Kota Menawan. Sopiatun, pemilik warung yang rumahnya sebelumnya terendam banjir hampir 8 tahun, menceritakan perubahan signifikan setelah mendapatkan bantuan perbaikan rumahnya melalui program ini.
"Dulu rumah Saya terendam banjir bertahun-tahun. Anak-anak kalau mau jajan sampai berenang di air banjir. Tapi sekarang Alhamdulillah sudah kering jalannya seperti ini. Saya sangat berterima kasih kepada Pak Wali Kota, Bu Wakil Wali Kota, Pak Lurah, Pak Camat dan stakeholder lainnya. Kampung Bugisan sekarang sudah tidak banjir lagi,” tutupnya penuh haru.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)