Details Foto


Jumlah Investor Saham di Kota Pekalongan Tembus 31.400

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-11-12 ]

Jumlah Investor Saham di Kota Pekalongan Tembus 31.400, Lonjakan Didukung Literasi Kampus

Kota Pekalongan – Antusiasme masyarakat, khususnya kalangan muda, terhadap investasi di pasar modal kian meningkat. Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah mencatat jumlah investor saham di Kota Pekalongan hingga September 2025 mencapai 31.400 investor, naik signifikan sekitar 8.000 investor dibandingkan awal tahun yang hanya 25.000. Lonjakan ini tak lepas dari peran aktif perguruan tinggi dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan, salah satunya melalui kolaborasi strategis BEI dengan Universitas Pekalongan (Unikal).

Kepala Wilayah Jawa Tengah I KP BEI Jateng I, Fanny Rifqi El Fuad, menyampaikan bahwa, kemitraan dengan kampus menjadi salah satu kunci tumbuhnya ekosistem investor muda di daerah. Menurutnya, Unikal merupakan salah satu perguruan tinggi yang paling konsisten mengintegrasikan edukasi pasar modal dalam proses akademik mahasiswa.

“Sepanjang Oktober 2025, sebanyak 700 akun investor baru tercipta di lingkungan kampus berkat integrasi mata kuliah Pasar Modal dengan pembukaan rekening saham. Mahasiswa tidak berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi langsung mempraktikkan investasi secara nyata,” ungkap Fanny dalam acara Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 yang digelar di Gedung Djunaid Convention Center Kota Pekalongan, Selasa (11/11/2025).


Lebih lanjut, Fanny menjelaskan bahwa,  edukasi literasi keuangan tidak cukup hanya mengenalkan konsep investasi. Namun, diperlukan pula langkah nyata agar masyarakat mampu mengelola dana dan mengambil keputusan investasi dengan bijak. Oleh karena itu, BEI terus menekankan pentingnya literasi dan inklusi berjalan beriringan.

“Masyarakat harus mengenal produk pasar modal seperti saham, obligasi, dan reksa dana, sekaligus memiliki kemampuan memanfaatkannya secara produktif. Literasi tanpa inklusi akan menjadi teori belaka. Fokus kami di BIK tahun ini adalah memastikan kedua aspek itu berjalan bersamaan,” ujarnya.

Dalam acara puncak tersebut, BEI juga menghadirkan investor ritel terkenal Indonesia, Lo Kheng Hong, yang membagikan pengalaman dan strategi sukses berinvestasi di pasar saham. Kehadiran figur inspiratif ini disambut antusias oleh mahasiswa dan masyarakat umum yang memadati acara tersebut.

"Kami ingin memberikan motivasi langsung dari praktisi yang telah membuktikan keberhasilan melalui disiplin dan pengetahuan. Kehadiran Pak Lo Kheng Hong diharapkan memperkuat keyakinan bahwa investasi saham bukan hanya untuk kalangan elit, tapi bisa dimulai oleh siapa saja, termasuk mahasiswa,” tambah Fanny.

Lanjutnya, pertumbuhan jumlah investor di Kota Pekalongan dinilai selaras dengan misi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan nasional. Generasi muda kini diharapkan tidak hanya menabung, tetapi juga mulai berinvestasi secara aman dan terencana.

"Tema tahun ini, 'From Saving to Investing’, mencerminkan perubahan perilaku finansial yang ingin kita dorong. Unikal menjadi contoh konkret bahwa kampus dapat berperan sebagai pusat tumbuhnya investor muda di daerah,” jelasnya.

Ke depan, BEI Jawa Tengah berencana memperluas kerja sama serupa ke perguruan tinggi lain di wilayah Pekalongan dan sekitarnya, guna membentuk ekosistem investasi ritel yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan semakin banyaknya masyarakat yang melek investasi, diharapkan pertumbuhan ekonomi daerah juga turut terdorong, karena dana masyarakat akan semakin produktif berputar dalam instrumen keuangan formal.

“Kami optimistis, dengan literasi yang kuat dan dukungan kampus, jumlah investor di Pekalongan akan terus meningkat. Ini menjadi modal sosial dan ekonomi yang sangat penting untuk masa depan,” tutupnya.

 

(Tim Liputan Kominfo/Dian)