Details Foto


OJK Tegal dan Pemkot Pekalongan Dorong Masyarakat Naik Level Finansial

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-11-12 ]

Melalui Investasi Aman, OJK Tegal dan Pemkot Pekalongan Dorong Masyarakat Naik Level Finansial

Kota Pekalongan – Upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat terus digencarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal. Melalui kegiatan Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Tahun 2025 yang digelar di Gedung Djunaid Convention Center Kota Pekalongan, Selasa (11/11/2025), OJK Tegal bersama Pemerintah Kota Pekalongan mengajak masyarakat untuk bertransformasi dari sekadar menabung menjadi berinvestasi secara aman dan produktif. Acara yang mengusung tema “Financial Talk: From Saving to Investing, Cara Aman Naik Level Finansial” ini sukses menarik perhatian ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Kegiatan tersebut menghadirkan pembicara nasional, di antaranya tokoh investor saham terkemuka Indonesia, Lo Kheng Hong, serta Kepala Wilayah Jawa Tengah 1 Bursa Efek Indonesia (BEI), Fanny Rifqi El Fuad. Keduanya berbagi pengetahuan dan pengalaman seputar dunia investasi, termasuk strategi aman mengelola keuangan dan mengenali instrumen investasi yang tepat bagi masyarakat awam.

Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan, Hj. Balgis Diab, yang hadir membuka acara, memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen OJK Tegal dalam memperluas pemahaman masyarakat tentang keuangan dan investasi.

Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi langkah penting agar masyarakat Kota Pekalongan semakin melek finansial dan mampu mengelola keuangannya secara mandiri.

“Kalau dulu menabung dimulai dari celengan lalu tabungan, sekarang masyarakat harus naik kelas dengan belajar berinvestasi yang aman dan produktif. Dengan begitu, keuangan keluarga tidak hanya aman tetapi juga bisa berkembang,” ujar Wawalkot Balgis.

Ia berharap, kegiatan edukatif seperti ini dapat rutin dilakukan dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan generasi muda.

"Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan bisa menghindari jebakan investasi bodong serta mampu membangun perencanaan keuangan jangka panjang yang berkelanjutan,"tegasnya.

Sementara itu, Kepala OJK Tegal, Noviyanto Utomo, menjelaskan bahwa, Bulan Inklusi Keuangan merupakan program tahunan OJK yang digelar serentak di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan untuk mendorong masyarakat menggunakan produk-produk keuangan formal secara bijak, aman, dan sesuai kebutuhan.

"Tingkat inklusi keuangan kita sudah mencapai 80,51 persen dan akan terus kita tingkatkan agar masyarakat semakin mudah mengakses produk keuangan, baik konvensional maupun syariah,” jelas Noviyanto.

Ia menambahkan, salah satu fokus tahun ini adalah memperkuat partisipasi generasi muda dalam dunia investasi. Sebagai langkah nyata, OJK Tegal bersama BEI melakukan pembukaan 700 rekening saham bagi mahasiswa di wilayah eks-Karesidenan Pekalongan. Setiap rekening diberikan insentif awal sebesar Rp25.000 untuk mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam mengenal pasar modal sejak dini.

“Kita ingin anak-anak muda belajar berinvestasi saham dan memahami investasi secara bertanggung jawab. Harapannya, perusahaan-perusahaan Indonesia bisa lebih banyak dimiliki oleh masyarakat Indonesia sendiri,” pungkas Noviyanto.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)