Details Foto


Outing Edukatif SKB: Latih Motorik Halus Anak Melalui Seni Gerabah yang Menyenangkan

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-11-11 ]

Outing Edukatif SKB: Latih Motorik Halus Anak Melalui Seni Gerabah yang Menyenangkan

Kota Pekalongan - Dalam rangka memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan menyelenggarakan kegiatan outing class di Wisata Edukasi Gerabah Ceria, Wonopringgo, Senin (10/11/2025). Outing class diikuti peserta didik Paket A Inklusi Kelas Khusus dan PAUD SKB, dan melibatkan guru pendamping serta orang tua.

Kepala SKB Kota Pekalongan, Bonari menyampaikan bahwa outing class ini menjadi bentuk pembelajaran berbasis pengalaman langsung.

Ia mengungkapkan bahwa tujuan utama kegiatan ialah memperkenalkan budaya lokal, khususnya seni gerabah yang menjadi bagian penting dari kesenian tradisional Indonesia. Melalui aktivitas memegang clay atau tanah liat, membentuk menjadi cangkir, mangkuk, piring, atau vas, hingga mewarnainya, anak-anak berlatih perkembangan motorik halus sekaligus mengekspresikan kreativitas masing-masing.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa pemilihan lokasi bukan tanpa alasan. “Tempat ini memang dikenal sebagai wisata edukasi dan pelatihan gerabah, sehingga sangat sesuai untuk pembelajaran berbasis pengalaman langsung,” terangnya.

Seluruh peserta didik, baik dari Paket A Inklusi Kelas Khusus maupun PAUD SKB, hadir bersama orang tua dan guru pendamping. Keterlibatan keluarga membuat suasana lebih hangat, sehingga pembelajaran tidak hanya bagi anak, tetapi juga untuk orang tua.

Menurutnya, suasana selama kegiatan berlangsung sangat meriah. Anak-anak terlihat antusias, aktif bertanya, mencoba, dan tak ragu berkreasi dengan clay. “Antusiasme mereka sangat tinggi. Suasana outing dikemas seperti funday, mempererat kebersamaan antara anak, guru, dan orang tua,” tambahnya.

Tidak hanya menyenangkan, kegiatan ini membawa manfaat edukatif bagi orang tua. Mereka dapat melihat langsung bagaimana stimulasi motorik diberikan melalui permainan yang sederhana namun bermakna, termasuk bagi anak-anak berkebutuhan khusus. "Manfaat kegiatan ini adalah tumbuhnya kepedulian orang tua terhadap pentingnya stimulasi motorik, serta meningkatnya pemahaman tentang cara mendampingi anak dalam situasi belajar yang menyenangkan,” tandasnya.

Menariknya, kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Momentum tersebut menjadi kesempatan menanamkan nilai-nilai keberanian dan rasa percaya diri. "Kami berharap anak-anak belajar bahwa menjadi pahlawan tidak harus besar dan gagah. Menjadi pahlawan bisa dimulai dari hal-hal kecil — berani mencoba, mau belajar, dan tidak menyerah. Mereka adalah pahlawan-pahlawan kecil yang tumbuh dengan semangat dan cinta," tutupnya 

Melalui kegiatan ini, Bonari menegaskan bahwa pendidikan yang baik bukan hanya ada di dalam kelas, tetapi hidup di tengah pengalaman nyata, budaya, kreativitas, dan kasih sayang.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)