[ 2025-11-11 ]
Kota Pekalongan Lepas 24 Kafilah MTQH XXXI Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan secara resmi melepas kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XXXI Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025, di ruang Buketan, Kantor Sekretariat Daerah, Senin (10/11/2025). Ajang ini akan digelar pada 10–14 November 2025 dan dipusatkan di Kabupaten Tegal. Sebanyak 24 peserta terbaik dari Kota Pekalongan dipastikan siap berlaga mewakili daerah dan membawa nama baik Kota Santri ke tingkat provinsi.
Pelepasan kafilah dilaksanakan dengan khidmat dan penuh semangat oleh Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid didampingi Kepala Kementrian Agama Kota Pekalongan, Kasiman Mahmud Desky, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, Slamet Budiyanto dan Kepala Bagian Kesra, Mahbub Syauqi.
Wali Kota Pekalongan yang akrab disapa Aaf menyampaikan harapan besar kepada seluruh peserta MTQH agar mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Namun, menurutnya, prestasi bukanlah satu–satunya tujuan utama.
“Kontingen Kota Pekalongan akan mengikuti MTQH tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Tegal. Santri dan santriwati ini secara kemampuan ilmu Al-Qur’an sebenarnya bisa lebih baik dari yang lain. Tapi prestasi apa pun tidak ada artinya jika tidak dibarengi dengan akhlak, budi pekerti, dan tutur kata yang baik,” tegasnya.
Aaf menyampaikan bahwa 24 peserta yang terpilih bukan hanya membawa target prestasi, tetapi juga membawa nama baik Kota Pekalongan.
“Mudah–mudahan mendapatkan prestasi terbaik. Sebab di tangan pemuda–pemudi ini masa depan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, bahkan Indonesia. Jika mereka punya akhlak yang baik serta keunggulan ilmu Al-Qur’an dan hadis, maka mereka akan menjadi generasi yang lebih baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Aaf menerangkan bahwa masalah menang itu bonus. Yang penting jangan mencederai nama baik Kota Pekalongan. Ia berpesan aagar peserta menjaga akhlak, perilaku, dan tutur kata yang baik, bertanding secara sportif, terhormat, dan penuh adab.
Dari sisi persiapan, para peserta disebut telah melalui proses latihan dan pendampingan intensif oleh para pelatih.
“Insyaallah persiapan sudah matang. Kita percaya dan optimis bisa meraih prestasi terbaik. Persaingan tingkat Jawa Tengah sangat berat, namun kami ingin mereka pulang membawa prestasi dan tetap menjaga martabat Kota Pekalongan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota tidak hanya membentuk peserta yang ahli dalam kompetisi, tetapi juga mendidik kepribadian dan karakter.
“Bukan hanya kesiapan lomba, tetapi kesiapan bertutur kata, menghormati guru, orang tua, dan pelatih adalah yang paling penting,” tambahnya.
Sementara itu, Mahbub menjelaskan bahwa tahun ini Kota Pekalongan mengirim 24 peserta dan 8 pendamping. Mereka berasal dari berbagai pondok pesantren dan madrasah, yang terdiri dari Tilawah 7 peserta, Tilawah & Tahfidz 4 peserta, Tahfidz 4 peserta, Fahmil Qur’an 3 peserta dan Syarhil Qur’an 3 peserta.
Selama masa persiapan, tim telah menjalani latihan secara intensif untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan mental.
“Target kami, Insyaallah beberapa cabang bisa masuk nominasi tiga besar tingkat provinsi. Tahun kemarin belum maksimal, tahun ini kami genjot volume latihan, intensitasnya diperbanyak, dan pendampingan lebih rutin. Kami mohon doa terbaik untuk kontingen Kota Pekalongan,” pungkasnya.
Pelepasan kafilah ditutup dengan doa bersama agar seluruh peserta diberikan kelancaran, kesehatan, dan kekuatan dalam mengikuti perlombaan. Pemerintah Kota Pekalongan berharap kafilah dapat membawa pulang prestasi, namun tetap menjunjung tinggi nilai Islam, adab, dan akhlakul karimah.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)