[ 2025-11-07 ]
Peserta BLK Tampil Mahir Rakit Panel-Memprogram PLC pada Uji Kompetensi
Kota Pekalongan — Peserta pelatihan program Instalasi Otomasi Listrik Industri Berbasis PLC di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pekalongan mengikuti Uji Kompetensi (UJK) bersama asesor dari LSP BBPVP Semarang. Uji kompetensi ini menjadi tahap akhir sebelum peserta dinyatakan berhak memperoleh sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Asesor LSP BBPVP Semarang, Irsyad, menuturkan bahwa pengujian dilakukan dalam dua tahapan, yaitu teori dan praktik. "Peserta mulai dari tes tertulis, kemudian praktik merakit panel. Setelah panel selesai, mereka menghubungkannya ke komputer untuk diprogram. Jika program berjalan, panel akan beroperasi sesuai perintah,” tuturnya.
Selama proses penilaian, asesor memeriksa apakah panel mampu bekerja sesuai program yang dibuat peserta. Ketepatan rangkaian dan logika pemrograman menjadi bagian penting dalam penentuan hasil akhir. “Kami cek apakah PLC berjalan sesuai program atau tidak. Itu yang menentukan peserta kompeten atau belum. Jika kompeten, mereka berhak memegang sertifikat kompetensi dan siap terjun ke dunia kerja,” tambahnya.
Meskipun kompetensi ini perdana kali digelar oleh BLK Kota Pekalongan, menurutnya, kemampuan peserta sudah menunjukkan perkembangan yang baik. “Saya melihat peserta sudah memahami peralatan, baik alat konvensional maupun tool set. Dalam hal pemrograman PLC, mereka juga sudah bisa mengikuti,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa teknologi PLC merupakan tingkat lanjutan dalam bidang kelistrikan. Dari listrik rumah tangga, kemudian industri non-PLC, hingga otomasi berbasis PLC. Dengan pelatihan dan uji kompetensi ini, peserta diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri yang semakin banyak menggunakan sistem otomatis. “Insyaallah mereka bisa terjun ke dunia industri,” tutupnya.
Pelaksanaan uji kompetensi ini menjadi bagian dari upaya BLK Pekalongan dalam menyiapkan tenaga kerja terampil dan tersertifikasi, khususnya pada bidang listrik otomasi yang berkembang di era industri modern.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)